Depok (10/05/2026) – Politisi PKS Kota Depok, Khairullah Ahyari, mendorong Pemerintah Kota untuk kembali memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat kelas bawah. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda dialog “Coffee Talk” yang digelar di kawasan Cimanggis, Sabtu (9/5).
Dalam orasinya, Khairullah menekankan bahwa keberpihakan terhadap warga kurang mampu harus menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan daerah. Ia menyayangkan adanya pergeseran sejumlah program sosial yang sebelumnya telah berjalan efektif bagi masyarakat.
Efisiensi Anggaran dan Manfaat Masyarakat
Khairullah menyoroti bahwa beberapa program pro-rakyat yang kini tidak lagi berjalan sejatinya hanya memerlukan alokasi anggaran yang relatif kecil namun memiliki dampak yang sangat signifikan. Salah satu yang ia garis bawahi adalah program dukungan sosial yang hanya menyerap dana sekitar Rp 1,8 miliar per tahun.
“Padahal anggaran tersebut langsung menyentuh masyarakat, sehingga sangat disayangkan jika manfaat tersebut harus terhenti. Kita perlu memastikan setiap rupiah anggaran daerah benar-benar dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan,” ujar Khairullah.
Fokus pada Jaminan Kesehatan dan Santunan
Selain isu efisiensi, jaminan kesehatan masyarakat menjadi poin krusial dalam sorotan Khairullah. Ia mengharapkan status Universal Health Coverage (UHC) dapat kembali dioptimalkan sebagai instrumen perlindungan kesehatan bagi warga miskin. Menurutnya, kesehatan adalah kebutuhan fundamental yang tidak boleh dikesampingkan dalam kondisi apapun.
Ia juga mengajak pemerintah untuk menumbuhkan kembali kepekaan sosial, terutama dalam merespons musibah yang dialami warga kecil, seperti program santunan kematian (Sankem) yang sebelumnya menjadi penyambung nafas bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Pemerintah harus hadir dengan rasa keadilan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat. Perhatian yang diberikan kepada tokoh publik hendaknya selaras dengan perhatian yang diberikan kepada rakyat kecil saat mereka tertimpa musibah,” tutupnya.








































