Dukung Akselerasi Jaring Pengaman Sosial, PKS Depok Dorong Pemulihan Program Prioritas Warga

Oplus_131072

Depok (09/05/2026) – Keberlanjutan program-program yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah menjadi sorotan utama dalam agenda dialog “Coffee Talk” yang digelar di Kelapa Dua, Cimanggis, Sabtu (9/5). Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Khairullah Ahyari, mendorong Pemerintah Kota agar kembali menguatkan kebijakan yang berorientasi pada perlindungan warga kurang mampu.

Dalam orasinya, Khairullah menekankan bahwa efektivitas pembangunan daerah diukur dari sejauh mana kehadiran pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam situasi sulit.

Optimalisasi Anggaran untuk Manfaat Langsung

Khairullah menyoroti beberapa program jaring pengaman sosial yang sebelumnya telah berjalan dengan alokasi dana yang efisien. Ia mencontohkan salah satu program yang hanya memerlukan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar per tahun, namun memiliki dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi penerimanya.

“Alokasi anggaran tersebut sebenarnya sangat efisien karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga. Kita berharap program-program dengan dampak langsung seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Khairullah.

Kesehatan dan Perlindungan Sosial sebagai Fondasi

Selain isu efisiensi anggaran, akses kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) menjadi poin krusial yang diharapkan dapat kembali dioptimalkan. Menurut Khairullah, pemulihan status UHC adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh warga miskin mendapatkan hak kesehatan tanpa kendala administratif.

“Kesehatan adalah kebutuhan fundamental. Oleh karena itu, ketersediaan jaminan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kelas bawah harus tetap menjadi prioritas dalam kebijakan pelayanan publik,” tambahnya.

Menumbuhkan Empati dalam Kebijakan

Khairullah juga mengajak jajaran birokrasi untuk memperkuat empati sosial melalui tindakan nyata. Ia berharap perhatian yang diberikan pemerintah kepada tokoh-tokoh publik dapat selaras dengan perhatian terhadap rakyat kecil, khususnya melalui penyediaan bantuan seperti santunan kematian yang sangat membantu keluarga pra-sejahtera saat tertimpa musibah.

“Pemerintah diharapkan hadir secara adil di setiap momen kehidupan warga. Dengan mengaktifkan kembali program bantuan sosial yang tepat sasaran, kita dapat memastikan tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian saat menghadapi kesulitan,” tutupnya.

Komentar

komentar

BAGIKAN