Aksi Jawara dan Pantun Jenaka: Tradisi Palang Pintu Sambut Kedatangan Supian Suri di Bojongsari

Depok (01/05/2026) – Gemuruh mesin motor ratusan bikers yang mengawal Wali Kota Depok, Supian Suri, membelah kawasan Perumahan Gardens at Candi Sawangan pada Jumat malam (1/5). Kehadiran rombongan orang nomor satu di Depok ini menandai dimulainya puncak perayaan HUT ke-27 Kota Depok dengan balutan tradisi lokal yang kental.

Duel Jawara Sanggar Kong Imung

Begitu tiba di gerbang utama, rombongan langsung dihadang oleh atraksi kesenian Palang Pintu Betawi yang dibawakan oleh Sanggar Kong Imung Paguyuban 45 dari Kelurahan Kedaung. Suasana menjadi riuh saat dua jawara di bawah pimpinan H. Aang Khunaefi tersebut mulai beradu pantun dengan aksen Betawi yang khas.

Tak hanya adu lisan, kemeriahan memuncak saat para jawara terlibat dalam simulasi bela diri silat yang atraktif. Setelah melalui prosesi adu aksi selama belasan menit, rombongan akhirnya diperkenankan memasuki area utama dengan iringan tabuhan marawis yang meriah.

Simbol Penghormatan dan Pelestarian Budaya

Sebelum melangkah lebih jauh ke lokasi acara, sebuah momen hangat terjadi saat Wali Kota Supian Suri, bersama Kapolres Metro dan Dandim Depok, menerima pengalungan bunga ungu. Menariknya, penyambutan ini dilakukan oleh seorang anak perempuan berkebaya navy yang juga mahir melontarkan pantun.

Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap upaya pelestarian budaya Betawi di Depok, Wali Kota Supian Suri secara pribadi memberikan hadiah senilai Rp1 juta kepada tim Palang Pintu tersebut.

  • Apresiasi Budaya: Hadiah diberikan sebagai ucapan terima kasih atas dedikasi sanggar dalam menjaga warisan seni daerah.

  • Simbol Persatuan: Tradisi ini menjadi pembuka yang mempererat hubungan antara pejabat pemerintah dengan akar budaya masyarakatnya.

Rangkaian prosesi adat ini sukses menghadirkan nuansa tradisional di tengah modernitas perayaan hari jadi kota, sekaligus menegaskan identitas kultural Kota Depok yang tetap terjaga.

Komentar

komentar

BAGIKAN