DEPOK (06/08/2026) – Kepolisian Sektor (Polsek) Beji mengambil langkah cepat dalam menekan potensi kenakalan remaja dengan memperketat pengawasan lintas sektor antara pihak sekolah dan para orang tua. Komitmen pencegahan ini ditegaskan melalui agenda pembinaan khusus yang menghadirkan delapan pelajar, wali murid, serta perwakilan instansi sekolah di Aula Polsek Beji pada Kamis (6/8/2026). Langkah pembinaan preventif tersebut digelar menyusul diamankannya delapan remaja yang terindikasi kuat hendak melakoni aksi tawuran di kawasan Jalan Kedondong, Kelurahan Kemirimuka.
Kapolsek Beji, Kompol Antonius, menegaskan bahwa kontrol ketat lingkungan keluarga dan keterbukaan pihak sekolah merupakan benteng utama dalam mencegah para siswa terseret pada pergaulan yang melanggar hukum. Perwira menengah yang akrab disapa Kompol Anton itu meminta para orang tua untuk lebih peka memantau dinamika aktivitas anak-anaknya di luar rumah. Di samping itu, ia mengimbau jajaran pengelola sekolah agar tak ragu membangun koordinasi dini dan melapor kepada aparat kepolisian apabila mengendus indikasi maupun wacana gesekan antarpelajar, guna memicu respons pencegahan yang lebih presisi.
Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, Polsek Beji berencana menyambangi sejumlah sekolah untuk memberikan pembekalan pemahaman mengenai implikasi hukum, konsekuensi sosial, hingga ancaman keselamatan jiwa akibat aksi tawuran. Sementara itu, terhadap delapan pelajar yang sempat diamankan, petugas telah melakukan pendataan administratif melingkupi pengambilan sampel sidik jari serta dokumentasi sebagai basis pengawasan kepolisian. Kompol Anton menegaskan bahwa tahap pembinaan ini menjadi ruang perbaikan diri bagi para remaja tersebut, namun kepolisian tidak akan segan menindak tegas sesuai koridor hukum jika mereka kembali mengulangi perbuatan kriminal seperti membawa senjata tajam, penganiayaan, maupun pengeroyokan di kemudian hari.







































