Kemendikdasmen Dorong Penguatan Kompetensi Guru Guna Akselerasi Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah

DEPOK (03/10/2026) –Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejauh ini baru sekitar 25 persen sekolah di Indonesia yang telah mengintegrasikan materi koding (coding) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan. Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memaparkan arah kebijakan peningkatan kualitas pendidikan nasional dalam ajang Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (2/10/2026) malam. Pemerintah sendiri telah membuka peluang pembelajaran koding dan AI mulai dari jenjang kelas 5 Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) guna mengenalkan teknologi digital sejak dini. Namun, perluasan program ini sangat bergantung pada kesiapan serta kapasitas tenaga pendidik, sehingga Kemendikdasmen merangkul pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dalam menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi guru secara masif.

Selain fokus pada literasi digital, Kemendikdasmen turut memprioritaskan penguatan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) melalui pendekatan “STEM 5M”—yakni mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful—agar pembelajaran sains serta matematika tidak lagi dianggap menakutkan oleh para murid. Transformasi kurikulum ini juga diperkuat dengan penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan pendidikan karakter berbasis bimbingan konseling, serta rencana penetapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembenahan mutu pendidikan harus dilakukan secara terintegrasi antara pendidikan dasar, menengah, dan tinggi guna membangun ekosistem pendidikan nasional yang saling menopang dan berkelanjutan.

Komentar

komentar

BAGIKAN