Perkuat Persatuan Jelang HUT ke-81 RI, MUI Depok Dorong Dakwah Digital Moderat dan Kemandirian Umat

DEPOK (11/08/2026) – Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, peran tokoh agama dituntut kian adaptif dalam mengawal moralitas publik di era disrupsi informasi. Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Digital (Infokomdigi) MUI Kota Depok, Andre Anjarkasih S, menegaskan pentingnya pergeseran ruang dakwah ulama agar tidak hanya terbatas pada mimbar fisik atau majelis taklim, melainkan turut merambah ranah digital. Langkah strategis ini dipandang penting untuk membendung maraknya gempuran disinformasi, ujaran kebencian, serta narasi radikal yang berpotensi memecah belah persatuan, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut Andre, penguatan pesan keagamaan melalui media sosial harus mengusung prinsip Islam wasathiyah (moderat) yang dikemas secara santun, edukatif, dan relevan dengan gaya komunikasi generasi kekinian. Penguatan nilai persaudaraan—baik ukhuwah islamiyah, wathaniyah, maupun basyariyah—menjadi kunci utama dalam memelihara kondusivitas masyarakat Depok yang majemuk. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa efektivitas dakwah digital wajib dibarengi dengan keteladanan nyata para pemimpin agama dalam kehidupan sehari-hari demi memberikan cerminan karakter yang kokoh bagi publik.

Selain aspek spiritual dan literasi digital, peran ulama juga diarahkan pada penguatan kapasitas ekonomi serta kualitas pendidikan umat. Melalui optimalisasi instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), pengembangan usaha berbasis pesantren, hingga pemberdayaan lewat Pusat Penginkubasian Bisnis Usaha Kecil (PINBAS) MUI Depok, kemandirian finansial masyarakat terus digenjot. Sementara di bidang pendidikan, integrasi antara pemahaman agama, sains, teknologi, dan kewirausahaan terus didorong agar generasi penerus siap bersaing secara global. Andre berharap momentum peringatan kemerdekaan ini mempererat sinergi antara ulama, pemerintah (umara), dan masyarakat dalam membangun kota yang unggul secara ekonomi tanpa melupakan fondasi akhlak.

Komentar

komentar

BAGIKAN