Aktivis Desak Evaluasi Struktural PT Tirta Asasta Depok Usai Proyek Galian Bahayakan Jalur Sekolah dan Jatuhkan Korban

DEPOK (18/08/2026) – Kritik tajam melayang terhadap pengelolaan proyek galian jaringan pipa milik PT Tirta Asasta Depok yang dinilai merusak lingkungan serta mengancam keselamatan warga di jalur akses pendidikan. Aktivis sosial, Didit, menegaskan bahwa insiden terperosoknya orang tua siswa ke dalam lubang galian serta kondisi jalanan sekolah yang kotor berselimut lumpur bukan lagi sekadar keteledoran teknis di lapangan. Persoalan tersebut dinilai berakar dari lemahnya tata kelola, perencanaan K3, serta pengawasan berjenjang dari jajaran manajemen badan usaha milik daerah tersebut.

Didit menyayangkan lemahnya standar pengamanan pada lokasi pekerjaan yang membawahi rute menuju SDN Anyelir 1, SDIT Al-Muhajirin, SDN Depok Jaya 1, hingga SMAN 1 Maung Depok. Jalur aktif para pelajar tersebut dinilai dibiarkan tanpa barikade perlindungan yang memadai, sehingga menempatkan keselamatan siswa dan orang tua di bawah risiko kecelakaan. Mengingat dampak kerugian yang nyata dirasakan masyarakat, Didit mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh serta pembenahan struktur pejabat terkait di PT Tirta Asasta—terutama pihak yang berwenang dalam proses perencanaan, pengadaan vendor, hingga fungsi pengawasan proyek.

Lebih jauh, Didit meminta agar proses penunjukan kontraktor pelaksana diuji secara terbuka, mencakup kualifikasi rekam jejak, sertifikasi K3, hingga komitmen kepatuhan terhadap SOP keselamatan kerja. Ia mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pemeriksa independen untuk turun tangan melakukan audit administrasi maupun anggaran guna mengusut tuntas potensi pelanggaran dalam proses pengadaan. Menurutnya, manajemen PT Tirta Asasta tidak boleh sekadar melimpahkan kesalahan kepada pekerja lapangan, melainkan harus berani melakukan perombakan struktural jika terbukti ada kelalaian sistematis dalam mengawasi proyek pelayanan publik tersebut.

Komentar

komentar

BAGIKAN