DEPOK (24/09/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menegaskan komitmennya untuk menekan angka tengkes (stunting) secara holistik dari hulu ke hilir dengan memperketat pengawasan yang menyasar langsung kelompok masyarakat berisiko tinggi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori, menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek spesifik maupun sensitif di seluruh tingkatan. Keseriusan Pemkot Depok tersebut diwujudkan salah satunya melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Sekretariat Wakil Presiden RI dari Balai Kota Depok, Selasa (22/9/2026).
Guna mengeksekusi strategi tersebut di lapangan, puskesmas dan klinik didorong menjadi garda terdepan dalam menjalankan sejumlah langkah pemantauan ketat terhadap kelompok rentan. Pengawasan medis difokuskan pada pengukuran lingkar lengan atas bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, perawatan intensif bagi bayi berberat lahir rendah, hingga pemantauan berkala tumbuh kembang anak di bawah usia dua tahun melalui program pendampingan serta pemberian makanan tambahan (PMT). Devi menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kader, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, hingga aparat kelurahan dan kecamatan guna memastikan pengawalan terhadap warga hamil berisiko berjalan optimal. Melalui intervensi tepat sasaran ini, Pemkot Depok optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan demi mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.



































