DEPOK (28/09/2026) – Dalam rangka memperingati International Coastal Cleanup Day 2026 sekaligus World Cleanup Day, Radio Relawan Depok (RRD) bersama Deep Ocean dan sejumlah komunitas lingkungan menggelar aksi bebersih kawasan pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (26/9/2026). Aksi kolaboratif yang melibatkan puluhan relawan muda ini sukses mengumpulkan sebanyak 767 kilogram sampah yang didominasi oleh limbah plastik—persoalan utama yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut. Ketua RRD, Karmila, dalam siaran pers pada Senin (28/9/2026), mengapresiasi inisiatif Deep Ocean yang telah menggaet generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan, seraya berharap sinergi lintas komunitas ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Kegiatan edukatif ini turut dihadiri oleh Duta Lingkungan Jawa Barat Favorit 2026, NisaAKSI KOLEKTIF DI TANJUNG PASIR: RRD DAN DEEP OCEAN ANGKUT RATUSAN KILOGRAM SAMPAH PESISIR
Sebanyak 767 kilogram sampah berhasil dievakuasi dari Pesisir Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, dalam sebuah aksi resik pantai yang digagas oleh Radio Relawan Depok (RRD) bersama Deep Ocean dan sejumlah komunitas lingkungan. Aksi yang berlangsung pada Sabtu lalu tersebut digelar sebagai bentuk peringatan beruntun bagi International Coastal Cleanup Day 2026 dan World Cleanup Day. Selain membebaskan bibir pantai dari tumpukan limbah, agenda ini dirancang sebagai wadah edukasi terbuka bagi generasi muda agar lebih tanggap terhadap krisis ekosistem laut.
Di lapangan, material sampah yang terkumpul tampak didominasi oleh limbah plastik—persoalan klasik yang hingga kini terus mengancam kelestarian wilayah pesisir. Ketua Radio Relawan Depok, Karmila, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Deep Ocean yang telah menggandeng komunitasnya. Menurutnya, keterlibatan anak muda secara langsung dalam menjaga lingkungan merupakan langkah krusial. Ia berharap sinergi semacam ini dapat terus berlanjut secara konsisten agar mampu melahirkan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Kehadiran Duta Lingkungan Jawa Barat Favorit 2026, Nisaul Hasanah, turut menyedot perhatian dalam aksi sosial tersebut. Nisaul menyoroti secara tajam bahwa pencemaran yang terjadi di wilayah perairan tidak semata-mata dipicu oleh aktivitas masyarakat pesisir atau nelayan lokal. Banyak di antara limbah tersebut sejatinya bermula dari konsumsi rumah tangga di daratan yang terbawa aliran sungai hingga akhirnya bermuara di laut. Fenomena tingginya volume sampah plastik yang lambat terurai ini harus menjadi alarm keras bagi setiap keluarga untuk mulai memilah sampah dari rumah dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Senada dengan hal itu, perwakilan dari Deep Ocean, Hotmauly, mengungkapkan rasa puas dan antusiasmenya atas kelancaran kolaborasi lintas pihak ini. Ia menilai pengalaman terjun langsung ke lapangan memberikan pemahaman yang jauh lebih berkesan bagi para relawan mengenai darurat sampah. Mengingat kegiatan ini berhasil mempertemukan elemen korporasi, komunitas, hingga elemen masyarakat sipil, Hotmauly menyampaikan rasa terima kasihnya kepada RRD dan berharap gerakan bersama ini dapat menjadi pemantik aksi-aksi lingkungan berikutnya demi menjaga keberlangsungan ekosistem bagi generasi mendatang.




































