Perkuat Hubungan Dagang, Indonesia dan AS Bahas Sinergi Hilirisasi Hingga Pasokan Logam Tanah Jarang

DEPOK (02/10/2026) – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menggelar pertemuan strategis dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, AS, guna mengakselerasi hubungan dagang dan investasi bilateral melalui kerangka Business 20 (B20). Dalam dialog tersebut, Budi menegaskan komitmen Indonesia untuk membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, mulai dari penguatan industri hilir, manufaktur bernilai tambah, integrasi rantai pasok global, hingga penggarapan sektor krusial seperti pengembangan energi terbarukan dan ekosistem logam tanah jarang (rare earths). Pada kesempatan yang sama, Mendag turut mendorong percepatan implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) agar manfaatnya dapat segera dirasakan secara riil oleh pelaku usaha dari kedua negara.

Pihak Kamar Dagang AS menyambut positif sinyal penguatan kemitraan tersebut dengan memaparkan empat agenda prioritas B20, yang mencakup eliminasi hambatan regulasi perdagangan, modernisasi organisasi perdagangan dunia (WTO), pembebasan tarif perdagangan digital, serta fasilitasi investasi lintas batas. Sebagai langkah konkret untuk mendukung perekonomian domestik, Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS, Isabelle Icso, menawarkan program kolaborasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan sistem pembayaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu mempererat integrasi ekonomi serta memperluas akses pasar bagi kedua belah pihak di kancah internasional.

Komentar

komentar

BAGIKAN