Gedung Sate Dibalut Facade Arsitektur Candi dengan Gapura Putih yang Photogenic

6

Depok (27/11/2025) – Ikon arsitektur kolonial Bandung, Gedung Sate, telah menyelesaikan revitalisasi area mukanya, mengubah tampilan fasadnya secara dramatis. Kantor Gubernur Jawa Barat kini menampilkan pesona baru dengan deretan gapura putih bersih yang strukturnya menyerupai ornamen candi.

Revitalisasi yang menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar dari APBD Perubahan 2025 ini berhasil menciptakan kontras yang elegan: susunan bata putih bertingkat yang sakral berpadu harmonis dengan pagar hitam bergaya kolonial yang tersisa. Pembaruan ini tidak hanya diterapkan pada gerbang utama, tetapi juga pada seluruh akses masuk kawasan, menjadikannya focal point visual yang baru di Kota Bandung.

Justifikasi Kebijakan: Estetika, Identitas, dan Ketahanan Infrastruktur

 

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa renovasi ini memiliki justifikasi yang mendalam, melampaui sekadar fungsi estetika:

  1. Ketahanan Infrastruktur: Pagar sebelumnya sering menjadi sasaran dan mengalami kerusakan signifikan akibat dinamika sosial seperti aksi unjuk rasa. Perbaikan sebelumnya yang bersifat tambal sulam dinilai tidak efektif, sehingga diperlukan penguatan infrastruktur yang menyeluruh.

  2. Representasi Visual Kuat: Revitalisasi ini bertujuan mempertegas identitas regional. Gedung Sate, sebagai simbol Jawa Barat, membutuhkan representasi visual yang kuat dan berkarakter khas daerah.

“Jadi kantor gubernur ikon Jawa Barat perlu memiliki representasi visual yang lebih kuat sebagai identitas kekhasan Jawa Barat,” tegas Mas Adi.

Respon Publik dan Daya Tarik Wisata

 

Perubahan arsitektur ini sukses menarik perhatian wisatawan. Zarah Salsabila Putri dari Bogor dan Nazwa Asyifa dari Sulawesi sama-sama memuji estetika dan keserasian desain baru tersebut.

“Tambah cantik, putih bersih bentuknya seperti candi, cocok sih,” kata Zarah.

Kehadiran gapura baru ini menjadikan Gedung Sate tidak hanya sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga destinasi wisata yang semakin memikat dan memanjakan mata (aesthetic), memperkuat daya tariknya di tengah hiruk pikuk kota.

Komentar

komentar

BAGIKAN