Depok (09/01/2026) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengambil langkah darurat untuk mengatasi penumpukan sampah di wilayahnya, yang terjadi setelah pengiriman ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Serang, dihentikan sementara akibat protes warga. Solusi temporer yang diambil adalah mengalihkan pembuangan 200 ton sampah per hari ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, selama $14$ hari ke depan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pengalihan ini bertujuan mencegah tumpukan sampah di permukiman dan ruang publik. “Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ujar Benyamin, seraya memastikan bahwa Pemkot Tangsel terus mengupayakan penanganan sampah jangka panjang.
Tuntutan Koordinasi dari Pemkab Bogor
Rencana mendadak Pemkot Tangsel ini disambut dengan respons yang hati-hati dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengakui bahwa situasi yang dihadapi Tangsel adalah “darurat sampah” dan secara normatif, sebagai sesama warga negara, bantuan harus diberikan.
Namun, ia menegaskan keberatan terhadap kurangnya komunikasi formal sebelum rencana tersebut diumumkan ke publik.
“Terkait hal insidentil ini karena mungkin mereka sangat insidentil tanpa melihat problem ke depan, mereka langsung menyatakan seperti itu tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah tempat dia membuang,” ungkap Teuku Mulya, Jumat (9/1/2026).
Kepala DLH Bogor menuntut agar Pemkot Tangsel segera berkoordinasi secara intensif dan detail, terutama karena masalah ini menyangkut kewilayahan, administrasi, dan dampak lingkungan di masa depan.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah sebagai kewilayahan itu harusnya ada secara intens atau secara detail supaya pemerintah daerah setempat mengetahui rencana dan mekanismenya,” tambahnya.
Teuku Mulya menekankan bahwa Pemkab Bogor perlu mengkaji secara matang lokasi dan mekanisme pembuangan agar masalah yang timbul tidak menciptakan masalah baru di kemudian hari. Sementara itu, Pemkot Tangsel berkomitmen mengevaluasi sistem secara menyeluruh agar tidak terus bergantung pada solusi antar-daerah yang bersifat darurat.





































