Depok (16/05/2026) – Pemerintah Indonesia dan Republik Belarus resmi menyepakati Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation 2026-2030. Kesepakatan strategis ini dicapai dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Minsk, Belarus, sebagai upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Penandatanganan peta jalan tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bersama Wakil Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich. Dokumen ini dirancang sebagai panduan sistematis untuk mengakselerasi kerja sama ekonomi menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Indonesia pada Juli mendatang.
Fokus pada Manufaktur dan Ketahanan Pangan
Dalam forum tersebut, Menko Airlangga Hartarto menegaskan posisi Belarus sebagai mitra krusial bagi Indonesia, terutama dalam upaya modernisasi industri nasional.
-
Transformasi Industri: Indonesia mendorong kerja sama melalui skema joint venture, local assembly, hingga transfer teknologi pada sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mesin pertanian.
-
Ketahanan Pangan: Kedua negara menjajaki mekanisasi pertanian menggunakan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas pangan nasional.
-
Integrasi Pasar: Implementasi Indonesia-EAEU FTA (Eurasian Economic Union Free Trade Agreement) diharapkan menjadi katalisator bagi perluasan investasi dan perdagangan yang saling menguntungkan.
Lonjakan Nilai Perdagangan dan Peluang Investasi
Hubungan ekonomi kedua negara tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat positif. Data terbaru menunjukkan nilai perdagangan bilateral melonjak drastis sebesar 72,6% secara tahunan, dengan nilai mencapai 221 juta dolar AS.
Wakil Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, menyatakan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha. Belarus juga mengundang pengusaha Indonesia untuk mengeksplorasi kapabilitas industri manufaktur dan kimia mereka yang dikenal tangguh di kawasan Eurasia.
Diversifikasi Produk Ekspor Unggulan
Selain kerja sama alat berat, Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperluas penetrasi produk unggulan ke pasar Belarus dan kawasan Uni Ekonomi Eurasia, antara lain:
-
Komoditas perkebunan (karet, kakao, dan kopi).
-
Produk perikanan dan manufaktur.
-
Industri pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).
Menuju Kunjungan Kepresidenan Juli 2026
Pertemuan di Minsk ini dipandang sebagai persiapan akhir guna menghasilkan deliverables nyata sebelum kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026. Selain sektor ekonomi, kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, riset, hingga pariwisata.
“Kami meyakini pertemuan ini mampu mengidentifikasi kerja sama utama yang akan diwujudkan dalam rencana kunjungan kenegaraan nanti,” pungkas Viktor Karankevich.



































