Krisis Lebanon Memanas: RI Desak Pelindungan Total bagi Kontingen Garuda di UNIFIL

Depok (15/03/2026) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan posisi siaga terkait keselamatan personel Kontingen Garuda yang tengah bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Pernyataan ini menyusul eskalasi militer besar-besaran oleh pasukan Israel yang kini merambah hingga ke jantung ibu kota, Beirut.

Dalam keterangan resminya pada Sabtu (14/3/2026), Jakarta menegaskan bahwa keselamatan prajurit pemelihara perdamaian adalah “harga mati” yang tidak dapat ditawar di tengah memburuknya situasi keamanan di sepanjang garis demarkasi Blue Line.

Ancaman terhadap Properti dan Personel PBB

Eskalasi di perbatasan Israel-Lebanon telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Indonesia menyoroti serentetan serangan artileri dan serangan udara yang mulai menyasar posisi-posisi strategis PBB.

Laporan terbaru mencatat insiden berdarah yang menimpa pasukan perdamaian dari negara lain:

  • 7 Maret 2026: Personel militer Ghana terluka akibat serangan Israel di posisi mereka di Lebanon Selatan.

  • 14 Maret 2026: Markas Batalion Nepal menjadi sasaran tembakan artileri pasukan Zionis.

Menanggapi jatuhnya korban dari kalangan personel UNIFIL, Kemlu RI menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Ketegangan Regional Pasca-Serangan 28 Februari

Dinamika di lapangan memburuk pasca-serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Hizbullah merespons dengan menggempur titik militer Israel pada 2 Maret, yang memicu aksi balas dendam militer Israel di hari yang sama.

Indonesia mengingatkan semua pihak yang bertikai bahwa berdasarkan hukum internasional, keamanan personel dan properti PBB di wilayah konflik merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijamin.

“Pemerintah mengecam keras peningkatan serangan yang tidak hanya merusak infrastruktur dan memakan korban jiwa warga sipil, tetapi juga mengancam integritas mandat PBB di Lebanon,” tegas Kemlu RI dalam pantauan di Jakarta.

Apresiasi dan Komitmen Kontingen Garuda

Di tengah hujan artileri, Pemerintah RI memberikan apresiasi tertinggi atas profesionalisme Kontingen Garuda yang tetap teguh menjalankan mandat menjaga stabilitas di Lebanon Selatan. Indonesia memastikan akan terus memantau situasi dari jam ke jam untuk menentukan langkah mitigasi bagi ratusan personel TNI yang tergabung dalam misi tersebut.

Pemerintah berharap agar integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon dapat segera dihormati kembali guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban, baik dari kalangan sipil maupun pasukan penjaga perdamaian dunia.

Komentar

komentar

BAGIKAN