Depok (15/03/2026) – Kawasan Alun-Alun Kota Bogor mendadak berubah menjadi arena pacu adrenalin pada Sabtu (14/3/2026) malam. Ratusan pemuda memadati Jalan Dewi Sartika bukan untuk aksi tawuran, melainkan untuk berlaga dalam Run Race Ramadhan 2026, sebuah inisiatif segar yang berhasil menyulap energi jalanan menjadi prestasi olahraga yang produktif.
Ajang yang digelar di pekan terakhir Ramadan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Gan Gan Rusgandara, dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Transformasi ‘Resep Sukses’ dari Pakansari ke Jantung Kota
Gelaran ini merupakan buah pemikiran Kombes Rio Wahyu Anggoro, yang mengadopsi kesuksesan serupa saat ia menjabat sebagai Kapolres Bogor di Stadion Pakansari tahun lalu. Baginya, pemuda Bogor memiliki potensi fisik yang luar biasa, namun membutuhkan kanal yang tepat agar tidak terjebak dalam aksi kriminalitas.
“Aktivitas pemuda di Bogor selama Ramadan sangat tinggi. Kami ingin menyatukan visi untuk menjaga situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) melalui wadah yang produktif dan sehat,” ujar Kombes Rio di tengah kemeriahan acara.
Strategi Jitu Tekan Kriminalitas & Hidupkan Ekonomi
Lebih dari sekadar adu cepat, event kolaborasi bersama KORMI dan KNPI ini menjadi strategi preventif untuk meminimalisir tawuran sarung maupun balap liar yang kerap marak menjelang Idulfitri. Dampaknya pun meluas ke sektor ekonomi mikro; kawasan sekitar Alun-Alun yang biasanya mulai sepi menjelang sahur kini justru ramai dikunjungi warga, memberikan berkah bagi para pedagang setempat.
“Roda perekonomian yang biasanya sepi menjelang sahur menjadi ramai. Kami melihat potensi ini sebagai cara menjaga keamanan sekaligus menghidupkan suasana kota,” tambah Rio.
Gerakan Kolektif Tanpa Beban APBN
Antusiasme warga yang membludak di sepanjang rute lari mengejutkan jajaran Pemerintah Kota. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi bagaimana acara ini mampu menarik massa secara sukarela tanpa perlu anggaran besar.
“Awalnya saya kira yang hadir hanya puluhan, ternyata luar biasa. Ini membuktikan bahwa menciptakan wadah positif bagi remaja tidak harus selalu bergantung pada anggaran besar, bisa dilakukan dengan sistem kolektif atau ‘udunan’,” ungkap Jenal, Minggu (15/3).
Pemerintah Kota Bogor berharap Run Race Ramadhan dapat menjadi prototipe bagi agenda kepemudaan di masa depan—sebuah alternatif perkumpulan yang menjauhkan generasi muda dari kegiatan merugikan, sekaligus mempererat simpul persaudaraan di wilayah Kota Hujan.





































