Garut Siaga Satu: Alat Berat dan Personel 24 Jam Disiagakan di Jalur Mudik Rawan Longsor

Depok (17/03/2026) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengambil langkah preventif ekstrem guna mengamankan arus mudik Lebaran 2026. Mengingat topografi wilayah yang menantang dan prediksi cuaca buruk, deretan alat berat kini telah disiagakan di titik-titik krusial sepanjang jalur mudik dan akses wisata untuk memastikan respons cepat jika terjadi bencana alam.

Langkah ini diambil menyusul peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyertai pergerakan jutaan pemudik di wilayah Jawa Barat.

Strategi Penempatan Alat Berat dan Sistem Piket

Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa penempatan armada mesin berat ini tidak hanya difokuskan pada jalur utama seperti Limbangan dan Kadungora, tetapi juga menjangkau wilayah Garut Selatan yang memiliki risiko longsor tinggi.

“Kami menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi bencana alam di jalur mudik dan wisata. Selain armada, kami juga mengerahkan petugas operator dengan sistem piket 1×24 jam,” tegas Agus, Selasa (17/3/2026). Kehadiran petugas di lapangan bertujuan agar normalisasi jalan dapat dilakukan seketika apabila material longsor menutup akses publik.

Peringatan Cuaca Ekstrem dari Bupati

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menggarisbawahi data BMKG yang memprediksi mayoritas wilayah Indonesia akan diguyur hujan lebat selama periode mudik. Ia mengimbau agar para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, tidak memaksakan diri berkendara saat intensitas hujan meningkat.

“Kami mengimbau pemudik untuk waspada. Jangan berteduh atau berhenti di area ekstrem seperti bawah tebing atau pohon besar yang rawan tumbang,” pesan Syakur. Pemudik disarankan untuk mencari tempat istirahat yang representatif dan aman dari ancaman hidrometeorologi.

Peta Kerawanan: 6 Titik Merah Jalur Selatan

Pihak berwenang telah mengidentifikasi setidaknya enam titik rawan yang wajib diwaspadai oleh para pelintas jalur Garut:

  • Rawan Banjir: Kawasan Sasak Beusi (Limbangan-Malangbong), Warung Peuteuy (Jalur Nagreg-Kadungora), dan kawasan Cisurupan yang mengarah ke Cikajang.

  • Rawan Longsor: Kawasan Gunung Gelap, Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, serta jalur berkelok Talegong-Cisewu.

  • Jalur Alternatif: Jalan Raya Cilawu-Salawu (penghubung Tasikmalaya via Singaparna) juga terpantau memiliki tingkat kerawanan serupa.

Penebalan Personel Keamanan

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penebalan personel di titik-titik krusial tersebut. Selain pengamanan lalu lintas, polisi juga telah memasang rambu-rambu imbauan di area rawan bencana.

“Utamakan keselamatan sebagai kebutuhan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan jangan ragu untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah agar kondisi fisik kembali bugar,” ujar AKBP Yugi.

Upaya kolaboratif antara PUPR, Pemerintah Daerah, dan Kepolisian ini diharapkan dapat meminimalisir risiko fatalitas akibat bencana di tengah tingginya mobilitas masyarakat yang melintasi “Kota Intan” tersebut.

Komentar

komentar

BAGIKAN