Depok (17/03/2026) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan paket kebijakan khusus bagi warga yang menghabiskan masa libur Lebaran 2026 di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mengumumkan pembebasan biaya layanan transportasi umum serta pemberian insentif pajak besar-besaran bagi sektor ritel dan perhotelan guna menggairahkan ekonomi kota selama periode Idulfitri.
Langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan bagi warga dalam bersilaturahmi sekaligus menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata belanja dan hunian yang menarik saat momen hari raya.
Mobilitas Tanpa Biaya di Jantung Kota
Dalam pengumumannya di kawasan Monas, Selasa (17/3/2026), Gubernur Pramono memastikan seluruh moda transportasi di bawah manajemen Pemerintah Provinsi akan beroperasi tanpa pungutan tarif tepat pada hari Lebaran. Kebijakan ini mencakup jaringan transportasi yang luas, antara lain:
-
Moda Rel: MRT Jakarta dan LRT Jakarta.
-
Moda Jalan: Bus TransJakarta, Mikrotrans, dan layanan integrasi JakLingko.
“Bagi masyarakat yang memilih tetap di Jakarta, kami memberikan berbagai kemudahan. Seluruh transportasi yang dikelola Pemprov DKI akan kami gratiskan saat Idulfitri,” ujar Pramono.
Stimulus Ekonomi: Diskon Hingga 80% Lewat Insentif Pajak
Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga meluncurkan program “Lomba Diskon” untuk menarik minat pengunjung ke pusat perbelanjaan dan hotel. Kebijakan ini didukung dengan pemberian insentif pajak dari pemerintah daerah kepada para pelaku usaha.
Stimulus ini memungkinkan pusat perbelanjaan, pertokoan, hingga perhotelan untuk memberikan potongan harga drastis, mulai dari 70% hingga 80%. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Jakarta di tengah fenomena mudik massal.
Jakarta Terbuka: Tanpa Operasi Yustisi
Terkait kependudukan, Gubernur Pramono menegaskan komitmennya untuk menjaga Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Ia memastikan tidak akan ada Operasi Yustisi bagi pendatang baru pasca-Lebaran. Jakarta diposisikan sebagai kota yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengadu nasib, selama dilakukan dengan penuh kesadaran akan realitas kompetisi di Ibu Kota.
“Jakarta terbuka bagi siapa saja. Saya dan jajaran Forkopimda menegaskan tidak akan ada Operasi Yustisia. Namun, saya berpesan agar tidak ada janji-janji muluk kepada saudara di daerah, karena persaingan di Jakarta tetap membutuhkan perjuangan,” tegasnya.
Pesan Keamanan dan Arus Balik
Menutup keterangannya, Gubernur juga mengimbau warga yang melakukan mudik ke luar daerah agar tetap tertib dan mengutamakan keselamatan selama di perjalanan. Dengan serangkaian fasilitas gratis dan diskon besar-besaran ini, Pemprov DKI berharap warga dapat menikmati suasana Jakarta yang lebih lengang dengan penuh kenyamanan dan kemudahan akses.






































