Operasi Roaring Lion: Jet Siluman F-35 Israel Lumpuhkan 200 Titik di Iran, Pesawat Kepresidenan Dilaporkan Hancur

Depok (17/03/2026) – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik baru setelah Angkatan Udara Israel (IAF) melancarkan serangan udara masif yang menargetkan lebih dari 200 titik strategis di wilayah Iran. Dalam operasi yang melibatkan jet tempur siluman generasi kelima F-35I Adir tersebut, militer Israel mengklaim telah melumpuhkan “Iran Force One”, pesawat kepresidenan yang selama ini menjadi simbol mobilitas kepemimpinan tertinggi di Teheran.

Serangan Skala Besar ke Jantung Infrastruktur

Operasi yang oleh Israel dinamakan “Operasi Roaring Lion” dan didukung Amerika Serikat melalui “Operasi Epic Fury” ini, menyasar sejumlah kota krusial seperti Teheran, Shiraz, dan Tabriz. Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa pusat komando, sistem pertahanan udara, serta fasilitas produksi rudal balistik di Iran Barat dan Tengah menjadi sasaran utama guna melemahkan kapabilitas pertahanan rezim.

“IAF telah menghancurkan kompleks di jantung Teheran yang digunakan untuk pengembangan kemampuan serangan satelit di luar angkasa,” tulis pernyataan resmi IDF, Selasa (17/3/2026).

Kehancuran Aset Strategis: Iran Force One

Salah satu momen paling krusial dalam operasi Minggu malam adalah penghancuran pesawat Airbus A340 yang dikenal sebagai “Iran Force One” di Bandara Internasional Mehrabad. Pesawat ini diidentifikasi oleh Israel sebagai aset vital yang digunakan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat senior militer untuk koordinasi internasional dengan negara-negara proksi.

Pihak IDF menegaskan bahwa pembongkaran aset udara ini bertujuan untuk memutus rantai koordinasi kepemimpinan Iran dan menghambat upaya rehabilitasi kekuatan militer mereka. Sebagai informasi, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah tewas dalam serangan gabungan pada pembukaan agresi, 28 Februari lalu.

Strategi Berlanjut dan Tekanan Maksimal

Juru bicara IDF, Brigadir Jenderal Effie Defrin, menegaskan bahwa kampanye militer ini tidak akan berhenti hingga ancaman terhadap keamanan nasional Israel benar-benar tereliminasi. “Kami memiliki strategi tempur yang terencana dengan ribuan target tambahan di Iran yang kami identifikasi setiap hari. Rezim ini terus melemah,” ujar Defrin.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah maupun otoritas militer Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim penghancuran pesawat kepresidenan maupun detail kerugian akibat serangan udara tersebut. Situasi di kawasan kini berada dalam status siaga tinggi seiring dengan terus berlangsungnya operasi udara di berbagai wilayah.

Komentar

komentar

BAGIKAN