Estafet Perjuangan di Makara Art Center: PMII Depok 2025-2026 Targetkan Transformasi Intelektual-Religius

Depok (18/03/2026) – Gelanggang kemahasiswaan di Kota Depok memasuki babak baru seiring resminya pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) masa khidmat 2025–2026. Bertempat di Makara Art Center, Universitas Indonesia (UI), Senin (16/03/2026), sebanyak 55 pengurus mengucap ikrar untuk menjadi motor penggerak perubahan di tengah dinamika urban Depok.

Di bawah kepemimpinan Matahariku Mukhammad, organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) ini memproyeksikan diri sebagai wadah perjuangan yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Fokus Isu Strategis: Dari Pendidikan hingga Harmoni Beragama

Dalam pidato perdananya, Matahariku Mukhammad menegaskan bahwa kepengurusannya tidak akan sekadar menjadi penonton pembangunan. PMII Depok berkomitmen untuk mengawal tiga isu krusial yang menjadi tantangan kota penyangga Jakarta ini:

  1. Pembangunan Berkelanjutan: Mengkritisi dan memberikan solusi atas tata kota dan lingkungan.

  2. Pendidikan Inklusif: Memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

  3. Harmoni Antarumat Beragama: Menjaga tenun kebhinekaan di tengah masyarakat Depok yang heterogen.

“Pelantikan ini adalah katalisator bagi kami untuk semakin solid dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar simbolis,” tegas Matahariku.

Komposisi Majelis Pembina dan Struktur Organisasi

Eksistensi PC PMII Depok periode ini diperkuat oleh deretan tokoh senior dalam jajaran Majelis Pembina Cabang (Mabincab). Achmad Solechan resmi menjabat sebagai Ketua Mabincab didampingi Erwien Kusuma sebagai Sekretaris.

Dukungan intelektual dan jaringan juga datang dari sejumlah anggota pembina lintas sektor, di antaranya Nusron Wahid, Sumantri Suwarno, Moh. Agus Fuat, dan Ahmad Luthfi. Kehadiran para tokoh ini diharapkan mampu memberikan bimbingan strategis bagi 55 pengurus dalam menjawab tantangan bangsa.

Ekosistem Gerakan Berbasis Ilmu dan Takwa

Menambahkan visi tersebut, Wakil Ketua I PC PMII Depok, Muhammad Rizky Haekal, menyoroti pentingnya membangun ekosistem gerakan yang inklusif. Menurutnya, fondasi utama PMII tetaplah perpaduan antara kedalaman ilmu dan keteguhan takwa.

“Ini bukan hanya soal menjalankan organisasi, tetapi tentang kontribusi nyata untuk mewujudkan Depok yang lebih maju dan sejahtera,” kata Haekal.

Dialog Progresif di Jantung UI

Prosesi pelantikan tidak berakhir pada seremoni semata. Acara ini dirangkaikan dengan diskusi panel yang membedah isu-isu aktual, melibatkan ratusan kader, alumni, serta perwakilan dari Pengurus Besar (PB) PMII dan PKC PMII Jawa Barat. Hadir pula Kepala Kesbangpol dan Linmas Kota Depok sebagai representasi pemerintah daerah.

Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1960, PMII Depok di bawah nakhoda baru ini berupaya membuktikan bahwa gerakan mahasiswa tetap relevan sebagai garda terdepan dalam mencetak kader berkualitas yang siap menjawab tantangan zaman.

Komentar

komentar

BAGIKAN