Depok (30/03/2026) – Sebuah operasi pembersihan skala besar berhasil mengangkat belasan ton polutan dari aliran utama Sungai Ciliwung. Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) menginisiasi Lomba Susur Sungai dan Aksi Pungut Sampah yang melibatkan sinergi antara birokrasi, akademisi, dan pelajar pada Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah mitigasi langsung untuk menjaga kualitas air baku yang menjadi tumpuan hidup warga Kota Depok.
Mobilisasi 45 Armada dan Capaian 10,8 Ton Limbah
Sebanyak 180 partisipan yang terbagi ke dalam 45 perahu karet menyisir rute sepanjang 12 kilometer. Armada ini terdiri dari gabungan personel internal Tirta Asasta, Forkopimda, aktivis lingkungan, hingga kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, mengungkapkan bahwa efektivitas aksi kali ini terlihat dari volume sampah yang berhasil dievakuasi dari bantaran dan aliran sungai. “Alhamdulillah, total sampah yang terkumpul hari ini mencapai kurang lebih 10,8 ton. Ini adalah hasil kerja keras tim yang menempuh perjalanan selama 2,5 jam menggunakan perahu karet,” jelas Olik di kawasan Pondok Cina, Beji.
Dominasi Generasi Muda di Podium Juara
Menariknya, kompetisi pembersihan ini didominasi oleh kelompok pelajar dan mahasiswa, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan:
-
Juara I: Tim Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (Hadiah Rp3 Juta)
-
Juara II: Mapala Universitas Pamulang (Hadiah Rp2 Juta)
-
Juara III: Siswa SMP Negeri 34 Kota Depok (Hadiah Rp1 Juta)
Rute penyisiran dimulai dari basecamp Sahabat Ciliwung di Jalan Juanda dan berakhir di titik SMP Negeri 34, Pondok Cina.
Sungai Ciliwung: Urat Nadi Produksi 1.000 Liter Per Detik
Bagi PT Tirta Asasta, kelestarian Ciliwung bersifat eksistensial. Saat ini, perusahaan memproduksi air bersih dengan kapasitas 1.000 liter per detik yang bersumber dari dua aliran utama, yakni Sungai Ciliwung dan Sungai Angke.
“Sungai adalah bagian paling vital bagi kami karena merupakan sumber air baku utama. Menjaga kelestarian sungai berarti menjaga ketersediaan air bersih untuk masyarakat. Kami berharap kesadaran ini tidak hanya muncul saat momen Hari Air Sedunia, tapi menjadi budaya keseharian untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Olik.
Melalui kegiatan ini, Tirta Asasta Depok berharap dapat menekan volume sampah secara berkelanjutan sekaligus memperkuat sistem pertahanan sumber daya air di tengah tantangan urbanisasi yang kian masif.








































