Depok (31/03/2026) – Upaya penguatan jaring pengaman sosial di wilayah dengan indeks pembangunan terendah di Kota Depok mendapat suntikan segar. Sebanyak 430 warga Kecamatan Cipayung resmi menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam rangkaian penyaluran terpadu yang berlangsung sejak 29 Maret hingga 1 April 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari operasi serentak di lima kabupaten/kota yang diinisiasi oleh Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi guna memulihkan fungsi sosial para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Distribusi Berbasis Kebutuhan Spesifik
Kepala Bagian Tata Usaha STPL Bekasi, Jaswadi, merinci bahwa total bantuan senilai Rp847.833.260 tersebut dialokasikan untuk empat kelurahan, yakni Bojong Pondok Terong, Pondok Jaya, Ratujaya, dan Cipayung Jaya. Berbeda dengan bantuan tunai biasa, program ATENSI kali ini menyasar empat pilar kemandirian:
-
Pemenuhan Hidup Layak: Penyaluran 178 paket nutrisi, 365 paket sarana kamar, 203 paket sarana dapur, dan 278 paket kebersihan diri.
-
Dukungan Pendidikan: 88 paket peralatan sekolah khusus untuk anak-anak yang sempat putus sekolah.
-
Aksesibilitas Fisik: Distribusi 36 unit alat bantu yang meliputi kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, kacamata, hingga kaki palsu.
-
Pemberdayaan Ekonomi: Pemberian 12 paket kewirausahaan sebagai modal usaha mandiri.
“Kami berharap bantuan ini bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan instrumen agar para penerima manfaat dapat meningkatkan fungsi sosialnya dan menjadi mandiri di masa depan,” ujar Jaswadi di Aula Kecamatan Cipayung, Selasa (31/3/2026).
Menyasar Wilayah Prioritas: Fokus pada IPM Cipayung
Camat Cipayung, Muhammad Reza, memberikan apresiasi mendalam atas atensi khusus Kemensos terhadap wilayahnya. Ia mengakui bahwa secara statistik, Kecamatan Cipayung masih mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Kota Depok, sehingga kehadiran bantuan ini dinilai sangat presisi secara sasaran.
Namun, Reza juga memberikan catatan penting mengenai mentalitas kemandirian bagi warganya. Ia mendorong agar bantuan modal usaha dan alat bantu yang diberikan menjadi titik balik bagi masyarakat untuk lepas dari garis kemiskinan.
“Bantuan ini sangat tepat sasaran mengingat kondisi IPM kami. Namun, saya berpesan agar masyarakat tidak terjebak dalam zona ketergantungan. Jadikan ini momentum untuk bangkit dan keluar dari zona kemiskinan melalui semangat kemandirian,” tegas Muhammad Reza.
Penyaluran bantuan ATENSI ini diharapkan mampu memberikan dampak domino, tidak hanya pada peningkatan kualitas hidup individu penerima, tetapi juga pada kenaikan angka indikator kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan secara kolektif.









































