Depok (27/03/2026) – Peta perpolitikan di Kota Depok memasuki babak baru pasca-Pilkada 2024. Setelah sempat diwarnai ketegangan komunikasi selama hampir dua tahun, sebuah momentum rekonsiliasi terjadi antara Wali Kota Depok, Supian Suri (SS), dengan pendahulunya sekaligus sesepuh PKS, Mohammad Idris.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, ini berlangsung dalam suasana hangat Idulfitri 1447 H, sekaligus menjadi sinyal berakhirnya “kebekuan” politik di tingkat pimpinan daerah.
Mencairkan Residu Politik Pasca-Kontestasi
Hubungan antara Supian Suri dan Mohammad Idris sebelumnya sempat merenggang akibat dinamika kompetisi politik, di mana Supian Suri maju diusung oleh koalisi besar yang dipimpin Gerindra dan PKB, sementara PKS berada di garis berseberangan.
Ketua DPC PKS Depok, Heridianto, bersama jajaran petinggi legislatif dari Fraksi PKS—termasuk Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna, Ade Firmansyah, dan Khairulloh—hadir memenuhi undangan silaturahmi di kediaman Pradi Supriatna pada Jumat (27/03/2026). Pertemuan ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan forum penguatan harmoni demi kepentingan pembangunan daerah.
Penegasan Nihil Oposisi dalam Pemerintahan Daerah
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, mengeluarkan pernyataan tegas terkait posisi politik PKS di parlemen. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, ia menekankan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah tidak dikenal istilah oposisi.
“Eksekutif dan legislatif adalah satu kesatuan unsur penyelenggara pemerintahan. Sekat-sekat politik pasca-kontestasi harus diakhiri. Fokus kita saat ini adalah melayani masyarakat secara kolektif,” ujar Ade. Ia juga mengimbau seluruh elemen, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan relawan, untuk menanggalkan polarisasi dan kembali pada fungsi pelayanan publik.
Sinergi Gerindra-PKS untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pradi Supriatna, yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, menilai soliditas antara dua kekuatan politik besar di Depok (Gerindra dan PKS) adalah kunci akselerasi pembangunan. Menurutnya, komunikasi yang sehat akan melahirkan kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.
“Jika semua sudah satu komando dalam visi pembangunan, hasilnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami optimis sinergi ini akan membuat pembangunan di Depok berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” tutur Pradi.
Momen Emosional: Pertemuan Dua Sahabat Lama
Di sisi lain, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Khairulloh, memberikan kesaksian mengenai suasana pertemuan antara Supian Suri dan Mohammad Idris. Ia menyebut kedua tokoh tersebut menunjukkan kedewasaan politik yang tinggi dalam balutan rindu sebagai kerabat dekat.
“Keduanya saling rindu dalam hangatnya suasana Idulfitri. Ini adalah wujud nyata politik kebersamaan. Kita sedang berlomba dalam kebaikan untuk Depok,” pungkas Khairulloh.
Rekonsiliasi ini diharapkan mampu meredam “gonjang-ganjing” politik yang sempat terjadi dan memastikan program-program strategis Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Supian Suri dapat berjalan tanpa hambatan legislasi yang berarti.



































