Target Tekan Pengangguran 6,52%, Pemkot Depok Akselerasi Ekosistem Wirausaha Baru

Depok (28/03/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menetapkan penciptaan wirausaha baru (WUB) sebagai pilar utama dalam strategi reduksi angka pengangguran terbuka. Langkah ini diambil guna merespons tantangan ketenagakerjaan yang masih menjadi rapor merah dalam dinamika pembangunan daerah di Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa transformasi angkatan kerja dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta kerja (job creator) adalah solusi fundamental yang bersifat jangka panjang.

Rapor Ketenagakerjaan: Tantangan di Angka 6,52 Persen

Berdasarkan data profil tenaga kerja, angka pengangguran di Kota Depok pada periode Agustus 2025 tercatat masih menyentuh angka 6,52 persen. Kondisi ini memicu pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan guna mengikis angka tersebut secara bertahap.

“Angka pengangguran ini menjadi perhatian serius. Kami terus mendorong lahirnya wirausaha baru sebagai langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja dan memperkuat sektor tenaga kerja kita,” ujar Chandra di Depok, Sabtu (28/03/2026).

Trisula Strategi: Wirausaha, Keterampilan, dan Daya Saing

Guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, Pemkot Depok menerapkan tiga pendekatan utama dalam intervensi pasar kerja:

  • Ekspansi Kewirausahaan: Menginkubasi pengusaha pemula untuk membuka lapangan kerja baru secara mandiri.

  • Up-skilling Tenaga Kerja: Melakukan pelatihan keterampilan intensif guna menutup celah ketidaksinkronan (mismatch) antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan.

  • Penguatan Daya Saing: Memastikan angkatan kerja lokal memiliki standar kompetensi yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja regional maupun nasional.

Visi Ekonomi Inklusif

Chandra menambahkan bahwa pengembangan kewirausahaan bukan sekadar soal menambah jumlah unit usaha, melainkan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara kolektif. Dengan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing, ekonomi Depok diproyeksikan tumbuh lebih resilien terhadap fluktuasi pasar.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama. Melalui langkah-langkah terintegrasi ini, kami optimistis dapat menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

Optimisme ini dibarengi dengan komitmen pemerintah untuk terus memfasilitasi akses permodalan dan pendampingan bagi para wirausaha baru agar mampu bertahan di tengah kompetisi bisnis yang kian ketat.

Komentar

komentar

BAGIKAN