Gagal Konstruksi di Lahan Resapan: Aspal Sawangan Permai Hancur Meski Baru Dua Bulan Diperbaiki

Depok (31/03/2026) – Proyek tambal sulam di ruas Jalan Sawangan Permai, mulai dari gerbang terminal bayangan hingga depan Kantor Kelurahan Sawangan Baru, kini menjadi sorotan tajam. Belum genap dua bulan pengerjaan selesai, jalur vital menuju Kelurahan Pasir Putih tersebut kembali mengalami kerusakan parah—bahkan kondisinya dinilai lebih buruk dibandingkan sebelum dilakukan intervensi fisik.

Fenomena “aspal instan” ini memicu kritik dari warga dan tokoh masyarakat yang menilai metode perbaikan saat ini tidak menyentuh akar permasalahan teknis di lapangan.

Anomali Kadar Air: Musuh Utama Badan Jalan

Kerusakan berulang ini disinyalir kuat akibat karakteristik tanah di kawasan Sawangan Permai yang secara historis merupakan lahan resapan air. Sanusi, salah satu warga Kelurahan Pasir Putih yang rutin melintas di jalur tersebut, mengungkapkan bahwa tingginya kadar air bawah tanah menjadi faktor determinan hancurnya struktur jalan.

“Metode tambal sulam tidak akan pernah menyelesaikan masalah jika kondisi bawah tanahnya jenuh air. Konstruksi jalan akan terus tergerus dari bawah karena tekanan air tanah yang sangat tinggi di area bekas resapan ini,” tegas Sanusi dalam keterangannya, Rabu (01/04/2026).

Rekomendasi Teknis: Drainase dan Elevasi

Guna memutus siklus kerusakan permanen, para pengamat lapangan menyarankan adanya perubahan total pada spesifikasi konstruksi jalan. Terdapat dua langkah teknis yang dinilai mendesak untuk dilakukan:

  • Pembangunan Drainase Sejajar: Konstruksi saluran air di sisi ruas jalan harus dibangun terlebih dahulu sebelum pengaspalan dilakukan. Hal ini berfungsi untuk menurunkan konsentrasi air tanah di bawah badan jalan.

  • Peninggian Elevasi Jalan: Badan jalan perlu ditinggikan dari area sekitarnya agar tidak menjadi titik kumpul aliran air saat hujan turun.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sawangan Baru, H. Widodo, menekankan pentingnya penambahan ketebalan konstruksi guna mengimbangi beban kendaraan dan kondisi tanah yang labil.

“Kadar air di sekitar Jalan Sawangan Permai memang sangat tinggi. Selain sistem drainase yang mumpuni, ketebalan lapisan jalan harus ditambah secara signifikan agar memiliki daya tahan yang lebih lama,” pungkas Widodo.

Urgensi Audit Kualitas Proyek

Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengguna jalan mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan infrastruktur di wilayah tersebut. Warga berharap Pemerintah Kota Depok tidak lagi melakukan perbaikan bersifat kosmetik, melainkan beralih pada perbaikan struktural yang mempertimbangkan aspek hidrologi kawasan.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di jalur tersebut masih terhambat akibat banyaknya lubang dalam yang membahayakan pengendara, terutama pada malam hari dan saat kondisi hujan.

Komentar

komentar

BAGIKAN