Pasca-WFA, Kecamatan Cinere Akselerasi Layanan Publik Lewat Gerakan Kantor Bersih

Depok (31/03/2026) – Transisi dari sistem kerja fleksibel (Work From Anywhere) dan masa cuti bersama menuju operasional normal kini menjadi fokus utama di wilayah Jakarta bagian selatan, khususnya Kecamatan Cinere. Guna memastikan kualitas pelayanan tidak menurun, otoritas setempat melakukan langkah ganda: pengaktifan penuh personil serta revitalisasi fisik lingkungan kantor.

Camat Cinere, Mursalim, menginstruksikan seluruh jajaran aparatur dan operator di tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk kembali ke pos masing-masing dengan performa maksimal.

Normalisasi Operasional dan Kesiapan Aparatur

Berakhirnya pengaturan kerja khusus pasca-Lebaran menandai kembalinya seluruh layanan tatap muka di kantor pemerintahan. Mursalim menegaskan bahwa keterlibatan aktif seluruh staf adalah kunci utama dalam merespons kebutuhan administrasi warga yang sempat tertunda selama masa libur.

“Setelah periode cuti bersama dan pemberlakuan sistem WFA maupun WFO, saat ini seluruh instrumen layanan kita sudah kembali ke titik normal. Kami mewajibkan seluruh aparatur aktif kembali untuk memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat,” tegas Mursalim kepada berita.depok.go.id, Selasa (31/03/2026).

Gerakan “Gubersi”: Kenyamanan Kantor Jadi Prioritas

Sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan, Kecamatan Cinere menjadwalkan agenda kerja bakti massal atau gerakan “Gubersi” yang dilaksanakan pada Rabu (01/04/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan gedung-gedung pelayanan publik berada dalam kondisi representatif dan nyaman bagi pengunjung.

Titik fokus kegiatan kebersihan ini meliputi:

  • Kantor Kecamatan: Sebagai pusat koordinasi wilayah.

  • Kantor Kelurahan: Sebagai garda terdepan interaksi dengan warga.

  • Area Publik Sekitar: Penanganan lokasi tambahan jika ditemukan titik yang memerlukan perhatian khusus.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Humanis

Menurut Mursalim, kebersihan kantor bukan sekadar urusan estetika, melainkan instrumen pendukung produktivitas kerja. Lingkungan yang tertata dianggap mampu memberikan pengalaman positif bagi warga saat mengurus perizinan maupun dokumen kependudukan.

“Prioritas awal adalah kantor kelurahan dan kecamatan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal dengan kondisi lingkungan kantor yang bersih dan representatif. Jika kantor nyaman, proses pelayanan pun akan berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Langkah akselerasi ini diharapkan dapat menghapus hambatan birokrasi pasca-libur panjang, sekaligus memperkuat citra pelayanan publik yang profesional dan peduli terhadap kenyamanan warga di wilayah Cinere.

Komentar

komentar

BAGIKAN