Revitalisasi Karakter Melalui Ekosistem Sekolah: Wali Kota Depok Integrasikan Gerakan Indonesia ASRI ke Kurikulum Lingkungan

Depok (31/03/2026) – Pemerintah Kota Depok menegaskan bahwa implementasi program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) bukan sekadar aksi pembersihan fisik semata, melainkan sebuah instrumen strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Kebijakan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini kini mulai diinternalisasi ke seluruh satuan pendidikan di Kota Depok sebagai standar baru ruang belajar.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif adalah prasyarat mutlak untuk menghasilkan proses pedagogi yang berkualitas.

ASRI sebagai Fondasi Psikologi Belajar

Saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMP Negeri 2 Depok pada Senin (30/03/2026), Supian Suri menyoroti hubungan linier antara kenyamanan visual dengan kesehatan mental pelajar.

“Program ASRI ini sudah kita terapkan secara masif di sekolah-sekolah dan lingkungan Pemerintah Kota Depok. Lingkungan yang aman dan indah akan memberikan dampak psikologis positif, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menjamin kebersihan raga bagi siswa maupun tenaga pendidik,” ujar Supian.

Mitigasi Lapangan: Peran Satuan Tugas “Maung ASRI”

Guna memastikan program ini tidak berhenti pada tataran slogan, Pemkot Depok memperkuat operasional lapangan melalui pembentukan Tim Maung ASRI (Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah Depok). Tim lintas sektoral ini menjadi garda terdepan dalam monitoring kota secara real-time.

Kesatuan tugas ini melibatkan kolaborasi dari:

  • Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK): Penanganan sampah dan keasrian taman.

  • Dinas Damkar dan Penyelamatan: Mitigasi pohon tumbang dan evakuasi darurat.

  • Satpol PP & Dinas Perhubungan: Penertiban reklame berbahaya, pelanggaran garis sempadan bangunan, hingga pengawasan infrastruktur jalan berlubang.

“Tim Maung ASRI berkeliling setiap hari untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keselamatan di ruang publik. Mereka merespons cepat setiap temuan yang membahayakan warga,” tambah Supian.

Visi Masyarakat Bertanggung Jawab

Target akhir dari gerakan ini adalah lahirnya masyarakat yang memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang tinggi terhadap kota. Wali Kota berharap, dengan membiasakan budaya ASRI sejak di bangku sekolah, akan terbentuk pola pikir masyarakat yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin mewujudkan lingkungan yang tidak hanya estetis di mata, tetapi juga mampu mengonstruksi karakter warga yang disiplin dan mencintai ketertiban,” pungkasnya.

Dengan integrasi kebijakan dari sekolah hingga pengawasan jalan raya, Depok berupaya menjadi percontohan kota yang mampu menyinergikan pembangunan fisik dengan pembangunan manusia yang unggul dan bermartabat.

Komentar

komentar

BAGIKAN