Siaga Cuaca Ekstrem: Kelurahan Sukatani Perkuat Mitigasi Pohon Tumbang Lewat Sistem Lapor Berjenjang

Depok (31/03/2026) – Meningkatnya intensitas curah hujan yang disertai angin kencang di wilayah Kota Depok memicu alarm kewaspadaan bagi masyarakat, khususnya di kawasan Sukatani. Guna meminimalisir risiko bencana lingkungan seperti pohon tumbang, pemerintah kelurahan menginstruksikan warga untuk mengaktifkan sistem pelaporan dini melalui jalur rukun tetangga dan rukun warga.

Sekretaris Kelurahan Sukatani, Agus Harto Sasongko, menegaskan bahwa kecepatan penanganan bencana sangat bergantung pada akurasi informasi yang diberikan oleh garda terdepan pemerintahan di tingkat basis.

Protokol Pelaporan: Jalur Cepat RT/RW ke Kelurahan

Agus menjelaskan bahwa koordinasi berjenjang bukan sekadar birokrasi, melainkan strategi untuk memastikan titik lokasi bahaya teridentifikasi dengan jelas. Dengan melapor kepada pengurus lingkungan, pihak kelurahan dapat segera melakukan klasifikasi apakah objek bahaya berada di lahan privat atau fasilitas umum.

“Apabila ada keluhan lingkungan, segera komunikasikan dengan Pak RT atau RW. Mereka adalah perwakilan pemerintah yang paling memahami kondisi wilayah. Laporan yang masuk akan langsung kami tindak lanjuti ke dinas terkait agar penanganan lebih tepat sasaran,” jelas Agus kepada berita.depok.go.id, Selasa (31/03/2026).

Rekam Jejak Penanganan: Empat Pohon di Jalan Dongkal Dieksekusi

Sebagai bukti nyata responsivitas terhadap aduan warga, pihak kelurahan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah melakukan pembersihan area rawan pada pertengahan Maret lalu. Fokus penanganan dilakukan di titik krusial, yakni pertigaan akses masuk Perumahan PSP, Jalan Dongkal.

Dalam operasi yang berlangsung selama lima jam tersebut, petugas menebang empat pohon yang dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Saat pengecekan lokasi, kondisinya memang mengkhawatirkan. Ranting-ranting menjuntai ke jalan dan sudah menyentuh kabel listrik. Kami langsung berkoordinasi dengan DLHK untuk pemangkasan total guna menghindari korsleting maupun kecelakaan,” ungkap Agus.

Membangun Budaya Mitigasi Aktif

Kelurahan Sukatani memandang peran aktif masyarakat sebagai kunci utama keberhasilan mitigasi bencana di tengah cuaca ekstrem. Kesadaran warga untuk tidak menunggu bencana terjadi sebelum melapor menjadi pembeda dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Pemerintah berharap, kolaborasi antara kepekaan warga dan kecepatan eksekusi petugas dapat menciptakan ruang publik yang lebih aman. “Intinya, kami meminta masyarakat tidak ragu melapor. Deteksi dini terhadap pohon rawan tumbang adalah langkah penyelamatan yang paling efektif sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya.

Komentar

komentar

BAGIKAN