Memetakan Lanskap Bisnis: Depok Bersiap untuk Sensus Ekonomi Mei 2026

Depok (02/04/2026) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Agenda dekadean ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai Mei hingga Juli 2026, dengan target memotret seluruh aktivitas usaha di wilayah berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa ini.

Instrumen Kebijakan Makro

Kepala BPS Kota Depok, Agus Marzuki, menekankan bahwa SE 2026 bukan sekadar pendataan administratif rutin. Hasil dari sensus ini akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro yang lebih presisi dan berbasis data (evidence-based policy).

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami menargetkan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi lokal. Data ini adalah fondasi utama untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ungkap Agus, Kamis (02/04/26).

Nilai Strategis bagi Stakeholder

BPS menggarisbawahi bahwa output dari sensus ini memiliki nilai guna yang luas bagi berbagai sektor:

  • Pemerintah: Sebagai basis perencanaan pembangunan infrastruktur dan insentif ekonomi.

  • Pelaku Usaha: Menyediakan data pembanding (benchmark) untuk pengembangan ekspansi bisnis dan pemetaan kompetisi.

  • Akademisi: Sumber data primer untuk penelitian mengenai dinamika ekonomi perkotaan.

Seruan Partisipasi Aktif

Mengingat krusialnya akurasi data yang dihasilkan, BPS mengimbau seluruh entitas bisnis—mulai dari level UMKM hingga korporasi besar—untuk bersikap kooperatif saat petugas sensus melakukan pendataan lapangan.

Keberhasilan SE 2026 dinilai sangat bergantung pada keterbukaan informasi dari para pelaku usaha. Partisipasi aktif ini dipandang sebagai kontribusi nyata sektor swasta dalam memajukan ketahanan ekonomi Kota Depok di masa depan.

“Pastikan usaha Anda tercatat. Ini adalah langkah kolektif kita untuk memajukan perekonomian kota,” tutup Agus.

Komentar

komentar

BAGIKAN