Depok (10/05/2026) – Di tengah suasana santai sambil menyeruput kopi di Rumah Makan Pondok Laras, Sabtu (9/5), Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, membawa kabar segar bagi ekosistem media di kota ini. Ades, sapaan akrabnya, secara tegas menepis kekhawatiran mengenai adanya pemangkasan anggaran publikasi di lingkungan parlemen. Sebaliknya, ia justru membawa angin segar dengan rencana untuk menambah alokasi dana tersebut pada agenda anggaran perubahan mendatang. Baginya, stabilitas anggaran ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk penguatan kemitraan strategis antara legislatif dan insan pers yang selama ini menjadi jembatan informasi bagi warga.
Ade menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memang tengah mengatur ritme pengeluaran sembari melakukan koordinasi intensif dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun, ia menekankan bahwa tidak ada kebijakan efisiensi yang akan menyentuh pos anggaran media tahun 2026. Alasan di balik rencana penambahan anggaran ini pun cukup mendasar: ia ingin memastikan bahwa setiap aktivitas dari 50 anggota dewan dapat tersampaikan dengan baik kepada konstituennya masing-masing.
Dalam pandangan Ades, media adalah instrumen vital yang mampu mendongkrak popularitas sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap para wakil rakyat. Ia menyadari sepenuhnya bahwa setiap anggota dewan memiliki harapan besar untuk kembali mengabdi di periode mendatang, dan di sinilah peran media menjadi sangat krusial untuk me-leverage citra serta kinerja mereka melalui pemberitaan yang positif. Dengan publikasi yang masif, masyarakat tidak lagi meraba-raba mengenai apa yang telah diperjuangkan wakilnya di gedung parlemen.
Lebih jauh, ia berharap agar rekan-rekan wartawan dapat memberikan layanan publikasi yang optimal kepada masing-masing anggota dewan. Melalui rilis berita yang berkualitas dan berkelanjutan, peringkat kepercayaan masyarakat terhadap legislator dipastikan akan meningkat. Ade menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sinergi ini adalah hubungan yang saling menguntungkan; media mendapatkan dukungan anggaran yang layak, sementara anggota dewan mendapatkan ruang untuk menunjukkan akuntabilitas kerja mereka di mata rakyat Depok.





































