Depok (13/05/2026) – Kompetisi sepak bola bergengsi Liga Jabar Istimewa 2026 resmi bergulir di Lapangan Kukusan sejak Minggu (10/05). Turnamen yang memperebutkan Piala Wali Kota Depok ini menyasar kategori usia U-10 dan U-12 sebagai bagian dari strategi jangka panjang penjaringan bibit muda berbakat di Kota Depok.
Pembukaan ajang hasil kolaborasi Pemerintah Kota Depok dan PSSI ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Disporyata Kota Depok, Ketua Umum KONI Depok, serta jajaran aparatur kewilayahan Kecamatan Beji dan Kelurahan Kukusan.
Investasi SDM Melalui Jalur Olahraga
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa pengembangan kota tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor olahraga sejak dini.
-
Visi Kompetitif: Kompetisi ini dipandang sebagai ikhtiar untuk mencetak atlet profesional yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
-
Peran Orang Tua: Wali Kota secara khusus meminta para orang tua untuk konsisten memberikan dukungan, karena hal tersebut menjadi energi utama bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi mereka.
-
Kunci Pembinaan: Pembinaan usia dini dianggap sebagai instrumen vital dalam membangun citra Depok sebagai kota yang maju dan kompetitif.
Lonjakan Antusiasme dan Standar Kompetisi
Ketua Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, menyoroti peningkatan atmosfer turnamen tahun ini yang jauh lebih masif dibandingkan edisi sebelumnya.
-
Partisipasi Luas: Tercatat sebanyak 1.317 orang terlibat aktif dalam turnamen ini, mencakup para pemain, tim ofisial, hingga jajaran panitia penyelenggara.
-
Kualitas Turnamen: PSSI berkomitmen menghadirkan standar kompetisi yang berkualitas tinggi guna memastikan lahirnya bintang-bintang muda baru dari lapangan hijau Depok.
Dampak Ekonomi Bagi UMKM Lokal
Selain menjadi ajang unjuk bakat, Liga Jabar Istimewa 2026 juga membawa multiplier effect yang signifikan terhadap ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi pertandingan.
Kehadiran ribuan orang di Lapangan Kukusan menjadi berkah bagi para pelaku UMKM dan pedagang lokal. Meiyadi menegaskan bahwa kompetisi ini memberikan dampak positif langsung bagi perputaran ekonomi usaha mikro di sekitar area pelaksanaan, membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi penggerak sektor ekonomi warga.






































