Standardisasi Syariat dan Teknis: PRNU Kukusan Bekali Puluhan Calon Juru Sembelih Jelang Idul Adha

DEPOK (18/05/2026) – Guna memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai koridor hukum Islam dan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Kukusan menggelar Pelatihan Fiqih Kurban dan Juru Sembelih Hewan. Agenda edukasi yang diikuti oleh 35 peserta ini dipusatkan di Pondok Fathul Hidayah Kukusan, Kecamatan Beji, pada Minggu (17/05) pagi.

Komposisi peserta pelatihan mencakup spektrum yang luas di akar rumput, mulai dari jajaran pengurus NU tingkat ranting, perwakilan dewan kemakmuran masjid (DKM) dan musala, unsur pemuda, hingga masyarakat umum di wilayah Kukusan.

Urgensi Pelurusan Praktik Kurban di Lapangan

Ketua Tanfidziyah Ranting NU sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Idham Cholid, mengungkapkan bahwa inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh realitas di lapangan. Menurutnya, hingga kini masih kerap ditemukan praktik penyembelihan hewan kurban di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya selaras dengan kaidah fiqih serta aspek perlakuan hewan yang baik.

Melalui pembekalan ini, para petugas diharapkan memiliki kompetensi holistik yang memadukan keahlian motorik dan pemahaman teologis.

“Target kami adalah para petugas kurban di wilayah Kukusan tidak sekadar memiliki kemampuan teknis menyembelih. Lebih dari itu, mereka harus menguasai landasan ilmunya, memahami adab perlakuan terhadap hewan, dan mutlak menguasai syariatnya,” tegas Ustadz Idham, Senin (18/05).

Sinergi Materi Fiqih dan Standardisasi Mekanis

Pelatihan intensif ini menghadirkan dua pakar hukum Islam, yakni Ustadz Mardjuki, S.Ag., M.H., dan Ustadz Abdul Muhyi, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menggarisbawahi bahwa penyembelihan kurban merupakan ritus ibadah sakral yang berimplikasi pada sah atau tidaknya kurban seorang mudhohi (pekurban). Oleh karena itu, ketenangan, ketelitian, dan ketajaman niat menjadi pilar utama.

Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif dengan membagi materi ke dalam dua segmen utama:

  1. Aspek Teologis (Fiqih): Pengupasan hukum kurban, kriteria validasi fisik hewan layak kurban, serta adab dan doa penyembelihan.

  2. Aspek Teknis (Mekanis): Teknik pemilihan dan perawatan pisau agar memenuhi standar ketajaman, penentuan posisi robohan hewan yang ergonomis dan minim stres, hingga simulasi pemotongan tiga saluran utama leher hewan.

Respons Positif Juru Sembelih Lokal

Sesi pelatihan interaktif ini juga membuka ruang diskusi dua arah untuk membedah problematik kontemporer yang sering dihadapi panitia kurban lokal saat hari H pelaksanaan di area permukiman.

Manfaat praktis dari kegiatan ini diakui langsung oleh para peserta di lapangan. Hanafi, delegasi dari Musala Sa’adatudarrain Kukusan, menyatakan bahwa pelatihan ini memotong rantai pemahaman tradisional yang hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa landasan sanad ilmu yang jelas.

“Melalui forum ini, kami akhirnya memahami dalil-dalil sahih, tata cara memperlakukan hewan dengan ihsan, serta teknik penyembelihan yang jauh lebih efektif dan higienis,” ujar Hanafi.

Komentar

komentar

BAGIKAN