DEPOK (19/05/2026) – Menghadapi lonjakan suhu ekstrem yang melanda Arab Saudi menjelang puncak operasional ibadah haji 1447 H / 2026 M, Kantor Kementerian Agama (Kemenag)* Kota Depok menerbitkan imbauan ketat kepada seluruh calon jemaah haji. Otoritas meminta jemaah melakukan manajemen fisik secara disiplin menyusul laporan cuaca di Kota Makkah yang kini rata-rata menyentuh angka 50 derajat Celsius.
Kondisi gelombang panas (heatwave) ini dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan serius bagi jemaah jika tidak diantisipasi dengan penyesuaian aktivitas di lapangan.
Strategi Manajemen Fisik dan Pembatasan Aktivitas
Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Fauzan, menegaskan agar para jemaah tidak memaksakan diri atau memforsir energi untuk ibadah-ibadah sunah yang melibatkan aktivitas fisik berat di luar ruangan. Penghematan energi dinilai krusial agar jemaah tidak jatuh sakit sebelum rukun utama haji dimulai.
“Indikator suhu di Kota Makkah informasinya sudah berada di kisaran 50 derajat Celsius. Oleh karena itu, kami meminta dengan sangat agar Bapak dan Ibu jemaah tidak memforsir kemampuan fisik mereka,” ujar Fauzan, dikutip Senin (18/05).
Protokol Hidrasi Ketat Guna Jaga Stamina
Selain pembatasan mobilisasi di bawah terik matahari langsung, Kemenag Depok menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol hidrasi yang telah disusun oleh tim medis penasihat haji.
Beberapa poin langkah preventif yang wajib diperhatikan oleh jemaah meliputi:
-
Peningkatan Konsumsi Cairan: Memperbanyak asupan air putih secara berkala tanpa menunggu rasa haus datang, guna mengantisipasi ancaman dehidrasi akut.
-
Manajemen Waktu Ibadah: Mengatur ulang jadwal pelaksanaan ibadah luar ruangan agar terhindar dari paparan radiasi ultraviolet pada jam-jam krusial.
“Informasi cuaca di tanah suci saat ini sedang dalam kondisi yang sangat panas. Kami berharap seluruh jemaah bisa mengelola manajemen kesehatan pribadi secara mandiri serta bijak dalam mengatur ritme waktu ibadah mereka,” jelas Fauzan.
Target Kesiapan Menuju Puncak Haji
Intervensi dan edukasi seputar mitigasi cuaca panas ini terus digencarkan pihak Kemenag kepada jemaah asal Depok yang kini sudah berada di klaster-klaster pemondokan. Pengetatan ini dilakukan demi menjamin stamina dan imunitas tubuh jemaah tetap berada dalam kondisi prima (fit) hingga seluruh rangkaian inti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dapat dituntaskan secara sehat dan aman.




































