DEPOK (19/05/2026) – Menjamin kelancaran roda distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok menggelar intervensi proaktif di sektor keselamatan berkendara. Sebanyak 60 pengemudi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Depok dikumpulkan untuk mendapatkan pembekalan intensif terkait teknik safety driving (berkendara aman) pada Kamis (15/05) lalu.
Langkah standardisasi ini diambil guna memitigasi risiko insiden fatalitas di jalan raya, mengingat ketatnya batas waktu pendistribusian logistik makanan ke sekolah-sekolah di wilayah urban.
Urgensi Ketepatan Waktu Tanpa Mengabaikan Aspek Safety
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Depok, Rakha Pratama, menjelaskan bahwa eskalasi kompetensi para pengemudi armada logistik ini memiliki korelasi langsung terhadap keberhasilan program nasional tersebut. Para driver dituntut memiliki kalkulasi yang presisi dalam menjaga jarak aman kendaraan serta membaca marka dan rambu lalu lintas di tengah kepadatan lalu lintas kota.
“Para pengemudi ini mengemban tanggung jawab besar setiap harinya. Mereka tidak sekadar mengantarkan muatan logistik, melainkan membawa amanah negara agar pasokan gizi sampai ke tangan siswa tepat waktu tanpa mengorbankan keselamatan nyawa di jalanan,” tegas Rakha, Selasa (19/05).
Kritik Otoritas: Kepemilikan SIM Saja Tidak Cukup
Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, memberikan penekanan keras mengenai pentingnya penyegaran (refreshment) pemahaman berkendara secara periodik. Pihaknya menyoroti bahwa aspek safety driving harus diinternalisasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar pelengkap teori operasional.
“Kami ingin menutup celah kelalaian sekecil apa pun yang berpotensi fatal. Memiliki SIM saja tidak cukup tanpa dibarengi pemahaman mendalam soal manajemen risiko di jalan raya,” kata AKP Elly.
Doktrin Regulasi & Hukum LLAJ Materi kurikulum pelatihan ini disusun secara komprehensif dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berfokus pada tiga pilar teknis:
Mekanika Kendaraan: Teknik mengontrol batas kecepatan udara dan kendaraan serta pemetaan area titik buta (blind spot) armada.
Sosio-Etika: Etika berkendara dan toleransi berlalu lintas di jalur padat perkotaan.
Prinsip Protokol 3S: Pedoman wajib operasional pengemudi yang mencakup Siap Jasmani (kondisi fisik), Siap Administrasi & Kendaraan (kelayakan surat dan armada), serta Siap Kesabaran (kontrol emosi).
Melalui integrasi kurikulum hukum dan taktis berkendara ini, Polres Metro Depok berharap seluruh korps pengemudi SPPG memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima, sehingga rantai pasok Makanan Bergizi Gratis di Kota Depok dapat bergulir secara aman, tertib, dan bebas dari insiden lalu lintas.




































