DEPOK (15/06/2026) – Akselerasi serapan tenaga kerja lokal di sektor industri pariwisata terus dipacu lewat penguatan kemitraan strategis antara otoritas birokrasi dan pelaku usaha. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa Program Pelatihan Perhotelan yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Depok melalui jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) merupakan instrumen taktis yang sangat krusial dalam mendongkrak derajat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Langkah intervensi ini dinilai sebagai manifestasi riil dari sinergisitas hulu-hilir untuk melahirkan angkatan kerja baru yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, melainkan juga memiliki daya saing yang tinggi serta kesiapan mental untuk langsung terjun ke dalam ketatnya iklim kompetisi dunia kerja modern.
Pernyataan tersebut dilayangkan Chandra saat meninjau langsung jalannya proses Seleksi Program Pelatihan Perhotelan Tahun Anggaran 2026 yang berpusat di Hotel Savero pada Senin, 15 Juni 2026 kemarin. Ia memberikan catatan positif terhadap seluruh kandidat yang mengikuti fase penyaringan, di mana mereka dinilai sebagai representasi individu pilihan yang memiliki determinasi serta motivasi kuat untuk memperluas kapasitas intelektual dan keterampilan personal. Oleh sebab itu, ruang berkembang yang difasilitasi oleh negara ini wajib dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta sebagai modal dasar sekaligus batu pijakan yang kokoh guna merajut proyeksi masa depan karir yang jauh lebih mapan.
Dari kacamata makro ekonomi, Chandra memaparkan bahwa sektor hospitality dan industri pariwisata saat ini tengah mengalami tren pertumbuhan yang sangat progresif, yang secara linier berbanding lurus dengan tingginya permintaan pasar terhadap pasokan tenaga kerja ahli. Mengingat sektor ini memegang peranan stimulan terhadap perolehan pundi-pundi pendapatan serta pertumbuhan ekonomi makro daerah, maka kehadiran bibit-bibit baru yang andal di bidang perhotelan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Guna menjamin efektivitas program, Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk mengawal dan melakukan pemantauan ketat secara berkala, termasuk mengukur dampak ekonomi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat pasca-menyelesaikan seluruh kurikulum pelatihan tersebut.






































