Demokratisasi Ruang Publik: Pemkot Depok Sediakan Fasilitas Tenis dan Jogging Track Gratis bagi Warga

DEPOK (01/07/2026) – Pemerintah Kota Depok tengah merombak wajah kawasan Balai Kota menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan ramah bagi aktivitas fisik masyarakat. Langkah progresif ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas olahraga baru berupa lapangan tenis representatif serta perluasan lintasan lari (jogging track) yang dapat diakses oleh khalayak secara cuma-cuma. Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan ruang-ruang operasional pemerintahan dengan kebutuhan rekreasi warga kota yang selama ini kerap terkendala oleh mahalnya biaya sewa fasilitas olahraga di pasar komersial.

Dalam penjelasannya, Supian menyoroti tingginya antusiasme komunitas tenis di Depok yang kerap menemui kesulitan dalam mencari lapangan yang memadai dengan harga terjangkau. Alih-alih mengikuti tren lapangan padel yang sedang menjamur, pemkot memilih membangun lapangan tenis konvensional guna menjawab kebutuhan spesifik para pencinta olahraga tersebut. Kehadiran fasilitas di Balai Kota ini diharapkan dapat memangkas hambatan ekonomi bagi masyarakat, sehingga warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa untuk menyalurkan hobi mereka. Pemerintah kota memandang bahwa penyediaan infrastruktur ini adalah solusi nyata bagi komunitas yang selama ini merasa terbebani oleh tingginya tarif sewa lapangan di sektor swasta.

Di samping menyediakan lapangan tenis, kawasan Balai Kota juga tengah menjalani pembenahan pada sektor lintasan lari. Supian menjelaskan bahwa jogging track eksisting sepanjang 300 meter akan ditambah dengan lintasan baru yang lebih panjang guna mengakomodasi lonjakan pengunjung, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Penambahan ini dirancang khusus untuk menciptakan pemisahan jalur yang lebih efisien, sehingga para pelari yang ingin berolahraga dengan intensitas tinggi tidak lagi terhambat oleh pengunjung yang sedang berjalan santai. Desain ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih teratur dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat yang berkunjung ke area pemerintahan tersebut.

Orang nomor satu di Kota Depok ini menegaskan bahwa seluruh pembenahan infrastruktur fisik ini sepenuhnya didanai dari anggaran daerah yang bersumber dari pajak rakyat. Oleh karenanya, ia memandang sudah sewajarnya apabila masyarakat merasa memiliki dan bebas memanfaatkan Balai Kota sebagai ruang hidup mereka. Dengan mentransformasi pusat pemerintahan menjadi area terbuka yang fungsional, pemerintah kota berharap dapat mempererat ikatan antara birokrasi dan warganya, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat dikembalikan dalam bentuk manfaat nyata bagi kesejahteraan fisik dan sosial masyarakat Depok.

Komentar

komentar

BAGIKAN