DEPOK (21/08/2026) – Upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan serta iklim investasi daerah terus didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok. Menghadiri Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Kota Depok di Hotel Margo City pada Kamis (20/8/2026), Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna menekankan krusialnya peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai wadah tunggal penopang para pelaku usaha agar mampu menjadi tuan rumah dan penggerak utama perekonomian di tanah kelahirannya sendiri.
Ade menggarisbawahi bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah harus ditopang oleh penyederhanaan regulasi, pemangkasan hambatan investasi, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang relevan dengan tuntutan industri. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dengan perguruan tinggi dan SMK di Kota Depok menjadi kunci agar penyerapan tenaga kerja dapat diprioritaskan bagi warga lokal. Selain itu, ia mengingatkan Kadin agar bersikap inklusif dengan mengayomi seluruh spektrum usaha—mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar—sehingga tercipta pembagian peran yang proporsional demi mempercepat pengentasan pengangguran.
Besarnya ceruk pasar di Kota Depok, khususnya pada sektor makanan dan minuman yang mencatatkan nilai perputaran pengeluaran hingga Rp2,7 triliun saban tahunnya, dinilai Ade sebagai potensi raksasa yang mesti dikuasai oleh pengusaha daerah. Apabila ekosistem bisnis lokal mampu mengelola potensi belanja tersebut secara optimal, manfaat ekonomi tidak hanya berdampak pada peningkatan kelas pelaku UMKM dan pembukaan lapangan kerja baru, melainkan juga bermuara pada peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak restoran. Melalui kolaborasi solid antara Pemkot, Kadin, institusi pendidikan, dan pelaku bisnis, Kota Depok diharapkan tak sekadar berhasil menarik investasi, tetapi juga sukses menggembleng daya saing pengusaha lokalnya.








































