DEPOK (17/07/2026) – Komitmen dalam menjaga amanah pengelolaan dana umat secara profesional kembali dibuktikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok sepanjang bulan Juni 2026. Lembaga amil zakat plat merah ini melaporkan telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan total nominal mencapai Rp246.038.500 yang didistribusikan secara merata kepada 1.205 penerima manfaat di seluruh penjuru kota. Penyaluran stimulus sosial ini difokuskan melalui empat pilar program kerja unggulan BAZNAS Depok demi memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung pada pengentasan beban sosial-ekonomi masyarakat yang membutuhkan.
Secara rinci, sebaran bantuan kemanusiaan tersebut mengalir deras melalui program Depok Peduli yang menyasar segmen penerima terbesar sebanyak 1.089 jiwa, disusul program Depok Cerdas yang menopang kebutuhan pendidikan bagi 82 siswa. Sektor jaminan sosial kesehatan juga turut diintervensi lewat program Depok Sehat yang menjangkau 30 penerima manfaat, serta pelengkap pilar spiritual keagamaan melalui program Depok Taqwa yang menyasar 4 penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Depok, Endang Ahmad Yani, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran proses distribusi dana umat ini pada Kamis, 16 Juli 2026. Endang menegaskan bahwa dedikasi jajarannya tidak akan kendor dalam menjaga integritas dan akuntabilitas publik, sehingga setiap rupiah yang dititipkan para muzaki benar-benar mampu menghadirkan perubahan hidup yang lebih baik bagi para mustahik.
Keberhasilan program penyaluran ini pun tidak lepas dari tingginya kesadaran dan partisipasi aktif warga Depok yang terus mempercayakan pengelolaan dana kebajikan mereka melalui BAZNAS. Endang secara khusus melayangkan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, serta para dermawan yang konsisten menjadi donatur tetap. Kepercayaan tersebut diposisikan sebagai bahan bakar utama bagi BAZNAS Kota Depok untuk terus merancang program-program inovatif lainnya, baik yang bersifat karitatif dalam merespons kedaruratan sosial, maupun program pemberdayaan ekonomi jangka panjang demi mewujudkan kemandirian umat yang berkelanjutan.




































