Persiapan Puncak Haji: Kemenhaj Depok Tekankan Urgensi Kebugaran Fisik dan Keamanan Kartu Nusuk

Depok (04/05/2026) – Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Tanah Suci, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengeluarkan instruksi strategis bagi seluruh Calon Jemaah Haji (CJH). Imbauan ini difokuskan pada dua aspek utama, yakni manajemen kesehatan di tengah cuaca ekstrem serta pengamanan dokumen identitas digital jemaah.

Update Pemberangkatan Kloter Depok

Hingga saat ini, Kota Depok tercatat telah memberangkatkan empat kelompok terbang (kloter) pada gelombang pertama. Tiga kloter dilaporkan telah tiba di Tanah Suci, sementara kloter lainnya sedang dalam proses mobilisasi.

Kepala Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, mengonfirmasi bahwa Kloter 12 JKS telah diberangkatkan dari Balai Kota pada Senin (04/05) pukul 14.30 WIB. Rombongan tersebut dijadwalkan tiba di Embarkasi Jakarta-Bekasi pada pukul 16.25 WIB sebelum bertolak ke Arab Saudi.

Mitigasi Dampak Cuaca Panas di Makkah

Mengingat kondisi suhu udara di Makkah yang sangat tinggi, Kemenhaj meminta jemaah untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah disusun oleh Dinas Kesehatan. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  • Optimalisasi Fisik: Jemaah diingatkan bahwa rangkaian puncak haji masih memerlukan stamina yang besar, sehingga menjaga kondisi tubuh saat ini sangatlah krusial.

  • Hidrasi Konsisten: Mengikuti anjuran medis dengan memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi akibat cuaca panas.

  • Keamanan Diri: Menjaga keselamatan pribadi selama beraktivitas di area pemukiman maupun ibadah.

Kartu Nusuk: Dokumen Identitas Vital

Selain aspek kesehatan, Fauzan menggarisbawahi pentingnya Kartu Nusuk bagi setiap jemaah. Kartu ini berfungsi sebagai identitas utama yang menjadi syarat akses di berbagai lokasi di Tanah Suci.

“Kartu Nusuk itu menjadi identitas paling penting bagi jemaah haji. Ibarat di tanah air itu seperti KTP, maka di sana Kartu Nusuk menjadi ‘password’ dalam setiap tempat yang dikunjungi,” pungkas Fauzan. Jemaah diminta untuk menjaga kartu tersebut dengan saksama guna menghindari kendala administratif selama menjalankan ibadah.

Komentar

komentar

BAGIKAN