DEPOK (17/07/2026) – Ambisi besar dicanangkan oleh tim nasional skateboard Indonesia menjelang partisipasi mereka dalam perhelatan akbar Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Berbekal grafik performa yang terus menanjak selama masa pemusatan latihan, skuad Merah Putih secara realistis membidik perolehan tiga medali yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Target optimistis tersebut dirilis langsung oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di sela-sela peninjauan perdananya ke sejumlah fasilitas pelatnas cabang olahraga skateboard di Pulau Dewata, Bali, pada Kamis, 16 Juli 2026. Todotua menjelaskan bahwa kalkulasi ini didasarkan pada rekam jejak impresif para atlet pada ajang SEA Games 2025 di Thailand, di mana konsistensi performa para skater andalan tanah air terus menunjukkan progres yang menjanjikan di bawah pengawasan ketat tim pelatih.
Secara lebih spesifik, Pelatih Kepala Skateboard Indonesia, Anthony Adam Caya, menjabarkan peta kekuatan anak-asuhnya yang diyakini mampu menembus dominasi papan atas Asia. Sektor street putra menjadi tumpuan utama pendulangan medali emas melalui aksi Basral Graito, yang sebelumnya sukses menyabet podium tertinggi pada SEA Games 2025 di Thailand. Sementara itu, di sektor putri, peraih medali perunggu SEA Games, I Wayan Ni Wayan Malana Fairbrother, diproyeksikan bakal mengamankan medali perunggu pada nomor street putri. Melengkapi ambisi tersebut, skater andalan Jason yang akan turun berlaga di kategori park putra ditargetkan mampu membawa pulang medali perak demi menyempurnakan misi tiga medali tim Indonesia di Jepang nanti.
Meski demikian, jalan menuju podium juara dipastikan tidak akan mudah. Skater senior andalan Indonesia, Sanggoe Darma Tanjung, yang pada edisi Asian Games sebelumnya sukses menyumbangkan medali perak di nomor street putra, mengakui bahwa tensi persaingan di Aichi-Nagoya akan berlipat ganda. Sanggoe, yang kembali diturunkan pada edisi kali ini, menegaskan target pribadinya untuk mengonversi medali perak masa lalu menjadi emas, walaupun ia sangat mewaspadai kekuatan armada tuan rumah Jepang serta Korea Selatan yang dihuni oleh deretan skater elite berkaliber dunia. Baginya, kunci utama untuk meredam dominasi poros Asia Timur tersebut adalah dengan menjaga kedisiplinan latihan harian serta terus mengasah tingkat kesulitan trik di atas papan seluncur.
Guna mematangkan kesiapan tempur, persatuan olahraga skateboard Indonesia telah menyiapkan delapan atlet terbaik yang dibagi rata ke dalam nomor street putra-putri serta nomor park putra-putri. Saat ini, seluruh penggawa timnas tengah digembleng lewat program latihan intensif di beberapa arena skatepark representatif di Bali, seperti Motion, Kuta, serta Amplitude yang menjadi pusat latihan utama karena memiliki fasilitas lintasan street dan park terintegrasi dalam satu kawasan. Sembari mematangkan aspek teknis di dalam negeri, tim kepelatihan juga terus memantau perkembangan pembangunan arena pertandingan di Aichi-Nagoya yang saat ini masih dalam tahap finalisasi, sehingga proses adaptasi dan penyesuaian karakter sirkuit baru akan dimaksimalkan sesaat setelah rombongan tiba di Negeri Sakura menjelang hari perlombaan.




































