Bedah Sistem Data Terpadu, UPN Veteran Jakarta Gali Implementasi Data Warehouse Pemkot Depok

DEPOK (18/05/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjadi lokus studi lapangan bagi civitas akademika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dalam mendalami tata kelola digitalisasi birokrasi. Sebanyak 35 mahasiswa didampingi dosen dari Program Studi Sains Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ, menggelar kunjungan akademik pada Rabu (13/05).

Delegasi kampus tersebut diterima langsung oleh dua instansi sentral penggerak data kota, yakni Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok.

Sinkronisasi Kurikulum Kampus dan Realitas Birokrasi

Koordinator Program Studi Sains Informasi FISIP UPN Veteran Jakarta, Radita Gora Tayibnafis, menjelaskan bahwa observasi langsung ini dirancang untuk memotong jarak antara teori akademik di ruang kelas dengan implementasi riil di sektor pemerintahan maupun industri.

Lebih spesifik, data dan dinamika lapangan yang digali dalam kunjungan ini akan dijadikan potret acuan mendalam untuk pengayaan kurikulum berbasis kompetensi digital, khususnya pada mata kuliah Data Warehouse (gudang data) dan Data Modeling (pemodelan data).

“Kami melihat arsitektur sistem data di Kota Depok sudah berjalan sangat solid melalui platform ‘Satu Data Kota Depok’. Secara visual, fungsi dashboard interaktif yang disajikan sangat jelas dan indikator program pembangunan yang dipetakan juga terarah secara presisi,” urai Radita, dikutip Senin (18/05).

Integrasi Basis Data Daerah ke Level Nasional

Satu Data Kota Depok dinilai sukses bertransformasi menjadi basis data terpadu (vanguard) yang krusial dalam menyokong akurasi perencanaan pembangunan daerah. Keunggulan arsitektur sistem ini juga diakui mampu memberikan perspektif teknis baru bagi tenaga pengajar.

Koordinator Mata Kuliah Data Warehouse dan Data Modeling, Dwi Fajar Saputra, menambahkan bahwa kunjungan ini membuka ruang riset baru bagi mahasiswa, terutama pada tahapan data pre-processing (pemrosesan awal data).

  • Aksesibilitas Riset: Mahasiswa Sains Informasi diwajibkan melakukan identifikasi dan ekstraksi data dari sumber-sumber publik yang kredibel dan relevan.

  • Konektivitas Sistem: Penjajakan ini mengungkap bahwa platform Satu Data Kota Depok telah terintegrasi secara penuh dengan jaringan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat pusat.

“Keterhubungan sistem ini memudahkan mahasiswa kami ke depan untuk mengambil, mengolah, dan menganalisis sampel data riset yang terintegrasi langsung dengan struktur data Pemkot Depok guna diaplikasikan kembali dalam projek pembelajaran di kampus,” pungkas Dwi Fajar.

Komentar

komentar

BAGIKAN