DEPOK (16/07/2026) – Langkah taktis dalam mengawinkan isu penyelamatan lingkungan dengan penguatan ekonomi keluarga terus digulirkan oleh Pemerintah Kota Depok. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok secara resmi menjalin kemitraan dengan komunitas peduli lingkungan PlasART. Sinergi ini diwujudkan melalui pembekalan keterampilan khusus bagi para anggota organisasi wanita untuk mengolah limbah kantong plastik bekas atau kresek menjadi aneka produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tinggi serta siap bersaing di pasar industri kreatif lokal.
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menjelaskan bahwa langkah merangkul PlasART merupakan keputusan strategis agar para kader perempuan dapat menyerap ilmu langsung dari para praktisi yang telah teruji di lapangan. Di sela-sela agenda Pembinaan Organisasi Wanita yang dihelat di Ruang Sapa Saba, Gedung Dibaleka I pada Kamis, 16 Juli 2026, Citra memaparkan bahwa komunitas tersebut merupakan motor penggerak di balik lahirnya Kampung Kresek PlasART yang berlokasi di Komplek Rivaria RW 11, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. Wilayah ini dikenal luas sebagai kampung tematik pertama di Depok yang secara konsisten memproduksi komoditas kriya berkualitas tinggi dari bahan baku sampah plastik domestik. Lewat pembinaan intensif ini, Citra berharap kaum perempuan di Depok dapat tampil lebih berdaya, sekaligus menjadi motor penggerak kampanye pengurangan sampah plastik dengan cara mendaur ulangnya menjadi sumber pendapatan alternatif bagi keluarga.
Gayung bersambut, inisiasi kolaboratif ini direspons positif oleh Ketua PlasART, Ayi Yuliaty. Tokoh masyarakat asal Kelurahan Bedahan tersebut menyatakan kesiapan penuh jajaran timnya untuk mengawal dan mendampingi proses belajar para anggota organisasi wanita di Depok agar terampil melahirkan karya-karya unik yang inovatif. Ayi optimistis bahwa bimbingan teknis yang terstruktur dari hulu ke hilir tidak hanya akan memantik ide-ide kreatif baru dari para ibu rumah tangga, melainkan juga memicu lahirnya sentra-sentra ekonomi kreatif baru di tingkat rukun tetangga yang mampu menopang ketahanan finansial masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.




































