DEPOK (07/08/2026) – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengambil langkah strategis dengan mengalihkan fokus program pemusatan latihan nasional (pelatnas) mandiri. Jika sebelumnya alokasi dana mandiri digunakan untuk pembinaan atlet lapis kedua, kini skema pembiayaan internal federasi tersebut dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat kesiapan tim utama menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Manajer Tim Nasional Atletik Indonesia, Mustara Musa, mengonfirmasi pada Jumat bahwa para atlet lapis kedua yang semula berada di pelatnas mandiri telah dipulangkan ke daerah masing-masing demi memusatkan seluruh sumber daya pada skuad utama.
Langkah ini diambil guna melengkapi dukungan anggaran dari pemerintah, terutama untuk memenuhi kebutuhan spesifik tim nasional yang tidak terakomodasi secara menyeluruh. Salah satu poin krusial dari pengalihan dana ini adalah penambahan jajaran pelatih. Mengingat cabang olahraga atletik terdiri dari banyak nomor dengan karakteristik teknis berbeda, PB PASI membutuhkan pelatih dengan keahlian khusus agar pola latihan setiap disiplin dapat maksimal dan tidak ditangani secara seragam.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum PB PASI Nomor 19/SK/PB.PASI/VII/2026, pembentukan Pelatnas Program Mandiri ini secara resmi menaungi 13 atlet, tujuh pelatih, serta empat tenaga pendukung. Deretan atlet papan atas yang masuk dalam daftar ini mencakup Maria Natalia Londa, Diva Renatta Jayadi, Emilia Nova, Dina Aulia, Violine Intan Puspita, Odekta Elvina Naibaho, Robi Syianturi, Lalu Muhammad Zohri, Abdul Hafiz, Hendro, Pandu Sukarya, Wahyudi Putra, hingga Silfanus Ndiken.
Sebagian besar pilar atletik tanah air tersebut tengah menjalani pemusatan latihan intensif di Pangalengan, Jawa Barat, sementara Maria Natalia Londa fokus menjalankan program latihannya di Bali. Mustara menegaskan bahwa penyesuaian mekanisme dan pergeseran skema pelatnas mandiri ini sama sekali tidak mengganggu ritme persiapan para atlet. Sejak awal, agenda pembinaan serta program latihan menuju panggung Asian Games 2026 dipastikan terus berjalan berkelanjutan tanpa terhenti.































