DEPOK (03/10/2026) –Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa kemitraan di sektor industri, teknologi, dan energi menjadi capaian paling signifikan dalam mempererat hubungan bilateral antara Jerman dan Indonesia. Berbicara pada resepsi Hari Persatuan Jerman di Jakarta, Jumat (2/10/2026) malam, Beste menyoroti keterlibatan aktif industri Jerman dalam mentransfer teknologi modern di tanah air, mulai dari sistem persinyalan LRT, pengembangan energi surya, penguatan jaringan listrik di Sulawesi, hingga partisipasi pada skema Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership/JETP). Selain mendukung percepatan energi terbarukan, Jerman sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Uni Eropa juga berkomitmen mendorong penyelesaian negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) guna memperluas kerangka investasi teknologi tinggi serta perdagangan antarnegara.
Sinergi kedua negara turut menjangkau bidang kesehatan, pertahanan, dan misi kemanusiaan. Di sektor kesehatan, dukungan diwujudkan melalui kolaborasi dengan perusahaan Bayer dalam pemenuhan nutrisi perempuan dan anak untuk mengentaskan persoalan gizi. Sementara di bidang keamanan dan kemanusiaan, kolaborasi Eropa dan Indonesia diwujudkan melalui pengadaan dua unit pesawat angkut A400M yang telah dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan bencana banjir di Sumatra dan kebakaran hutan di Kalimantan, serta pembangunan kapal riset KRI Canopus untuk survei perairan nasional. Menanggapi eratnya kemitraan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keinginan Pemerintah Indonesia untuk terus memperdalam kolaborasi strategis di sektor industri, infrastruktur, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia demi memperkokoh persahabatan kedua negara di masa depan.

































