DEPOK (16/07/2026) – Aksi tanggap darurat yang cepat diperlihatkan oleh jajaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok saat menjinakkan musibah kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung pada Kamis, 16 Juli 2026 malam. Demi melokalisasi dan meredam amukan si jago merah, otoritas keselamatan setempat mengerahkan kekuatan penuh berupa tujuh unit armada mobil pemadam gabungan dengan sokongan 20 personel taktis di lapangan. Kerja keras lintas unit ini berhasil mengamankan situasi sebelum api merembet lebih luas ke zona sensitif lainnya di area pembuangan sampah tersebut.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Rahman Pujiarto, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tim di lapangan yang mampu mengendalikan situasi secara cepat dan aman, seraya berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Keberhasilan penanganan ini turut dirinci oleh Komandan Regu UPT Cipayung, Syuhada, yang menjelaskan bahwa operasi pemadaman memakan waktu sekitar dua jam 15 menit hingga area terdampak benar-benar dinyatakan steril dan aman dari jilatan api terbuka. Adapun armada tempur yang berjibaku di lokasi ditarik secara terpadu dari UPT Cipayung, UPT Bojongsari, UPT Cinere, serta Markas Komando (Mako) Kembang.
Meskipun amukan utama berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat, dampak kebakaran tersebut dilaporkan menghanguskan dua unit truk operasional serta sebagian besar material timbunan sampah di sektor terdampak. Terkait pemicu awal dari bencana ini, pihak berwenang hingga kini masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. Pasca-padamnya api secara visual, petugas pemadam kebakaran tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan tetap bersiaga dan melakukan pengawasan ketat hingga Jumat, 17 Juli 2026 pagi demi mengantisipasi potensi munculnya titik api baru akibat bara tersembunyi di bawah gunungan sampah yang sewaktu-waktu dapat memicu kebakaran susulan.




































