Sasar Pemukiman Warga, Inspeksi PSN Kelurahan Pancoran Mas Temukan Delapan Rumah Positif Jentik

DEPOK (19/05/2026) –  Guna memutus rantai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kelurahan Pancoran Mas mengintensifkan gerakan preventif di sektor kesehatan lingkungan. Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pancoran Mas, Denny Ferdian, menginstruksikan seluruh warga untuk memperketat pengawasan terhadap potensi genangan air yang rawan menjadi wadah pembiakan nyamuk pembawa vektor penyakit.

Langkah ini menyusul hasil inspeksi mendadak (sidak) pemantauan wilayah yang mendeteksi masih adanya kelalaian warga dalam menjaga kebersihan sanitasi domestik.

Hasil Uji Petik Lapangan: Klaster Mikro Potensi DBD

Dalam pelaksanaannya, Lurah Denny Ferdian bersama Ketua TP-PKK Kelurahan Pancoran Mas, Rusminah, memimpin langsung operasi monitoring Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Bergerak menyisir pemukiman bersama para kader PKK tingkat RW, tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung (door-to-door) ke bak penampungan dan area terbuka milik warga.

Berdasarkan data taktis hasil survey PSN di kawasan RW 01, ditemukan indikator kerawanan lingkungan sebagai berikut:

  • Total Objek Pemeriksaan: 75 unit rumah tinggal.

  • Status Positif Jentik: 8 unit rumah dinyatakan positif ditemukan koloni jentik nyamuk.

  • Titik Temu Spesifik: Sarang jentik mayoritas teridentifikasi pada genangan air di pot tanaman, ember penampungan, galon bekas yang tidak terpakai, serta genangan air pada bangunan dan rumah kosong yang luput dari pengawasan.

“Menjaga kebersihan lingkungan saat ini bersifat wajib. Selokan di area perimeter rumah, bak mandi, hingga tumpukan sampah di teras harus diperhatikan betul secara berkala agar tidak berantakan dan menampung air hujan,” tegas Denny, Selasa (19/05).

Aktivasi Kembali Kerja Bakti Massal

Merespons adanya temuan delapan rumah positif jentik tersebut, otoritas kelurahan mendesak jajaran pengurus RT dan RW untuk mengaktifkan kembali instrumen kerja bakti massal secara reguler, minimal satu kali dalam sebulan. Intervensi kolektif ini dinilai jauh lebih efektif untuk membersihkan area-area publik yang tidak terjangkau oleh pembersihan mandiri.

Melalui pengetatan program PSN dan pemulihan budaya gotong royong ini, Pemdes Pancoran Mas berharap dapat menekan Angka Bebas Jentik (ABJ) ke tingkat yang lebih aman. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu melindungi stabilitas kesehatan warga dari ancaman endemis DBD serta penyakit penyerta lain yang bersumber dari buruknya tata kelola lingkungan lokal.

Komentar

komentar

BAGIKAN