DEPOK (17/07/2026) – Langkah taktis Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam memoles estetika dan ketertiban Pasar Cisalak kini mulai memasuki fase eksekusi yang terukur. Dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bersama jajaran perangkat daerah, unsur kecamatan, hingga kelurahan turun langsung menemui para pedagang pada Jumat, 17 Juli 2026. Sosialisasi persuasif ini digulirkan guna mengajak para pedagang yang masih beraktivitas di luar area resmi untuk segera berpindah dan menempati lapak-lapak kosong yang sebenarnya telah dipersiapkan dengan representatif di dalam gedung Pasar Cisalak.
Kebijakan penataan ini bukan merupakan keputusan instan, melainkan hasil matang dari rangkaian tiga kali rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani, menjelaskan bahwa fokus utama jangka pendek adalah mengosongkan badan jalan di kawasan Jalan Ohan, Gadog, dan Koja dari aktivitas jual beli ilegal guna memulihkan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan mobilitas warga. Selain itu, penataan juga akan menyasar para pedagang yang kedapatan mendirikan lapak di atas fasilitas sosial, fasilitas umum, hingga saluran drainase di sepanjang koridor Jalan Raya Bogor dan Jalan Jakarta.
Di samping memindahkan pedagang liar, Pemkot Depok juga bersiap merombak manajemen internal pasar demi meningkatkan aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan. Salah satu program prioritasnya adalah optimalisasi pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar pengangkutan sampah berjalan terjadwal secara rutin, sekaligus memperketat pengawasan demi memutus rantai pembuangan sampah ilegal yang berasal dari luar wilayah Kota Depok. Sektor sanitasi juga mendapat perhatian serius dengan adanya rencana evaluasi total terhadap keberadaan tempat pemotongan hewan unggas di dalam pasar yang ditengarai belum mengantongi izin resmi serta belum memenuhi standar kelayakan usaha yang higienis.
Guna memastikan seluruh proses transisi ini berjalan kondusif tanpa gesekan, Pemkot Depok telah membentuk Satgas Lingkungan Kelurahan Cisalak Pasar sebagai garda terdepan yang bertugas membangun dialog kekeluargaan dengan para pedagang. Kendati tindakan tegas sesuai regulasi tetap disiapkan sebagai langkah pamungkas jika diperlukan, Disdagin Depok saat ini masih menaruh harapan besar pada efektivitas pendekatan humanis tersebut. Melalui kolaborasi aktif dan kesadaran kolektif dari seluruh pelaku usaha, transformasi Pasar Cisalak diharapkan mampu mewujudkan sebuah pusat niaga yang tidak hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga menjelma sebagai kawasan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi semua pihak.




































