DEPOK (22/07/2026) – Upaya masif dalam membentengi generasi muda dari ancaman stunting terus diperkuat hingga ke tingkat tapak oleh Pemerintah Kelurahan Pondokcina. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) serta Pengenalan Gejala Malnutrisi yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026. Agenda pembekalan ini melibatkan partisipasi aktif dari empat kader Pokja IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta tiga perwakilan kader Posyandu dari setiap lingkungan RW. Inisiatif strategis ini dirancang untuk memperkaya wawasan serta mengasah keterampilan teknis para kader saat melakukan pendampingan gizi kepada para orang tua di wilayahnya.
Lurah Pondokcina, Nurman Hakim, menegaskan pada Rabu, 22 Juli 2026, bahwa perang melawan stunting membutuhkan sinergi kolektif dan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Posisi kader dinilai sangat vital sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mentransfer pemahaman seputar pola asuh yang tepat dan pemenuhan nutrisi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Pelatihan yang digulirkan atas kerja sama dengan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini menghadirkan pakar gizi Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, sebagai pemateri utama.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya dibekali teori mendasar terkait PMBA dan deteksi dini gejala malnutrisi, tetapi juga diterjunkan langsung dalam sesi praktik pembuatan olahan makanan bergizi yang disesuaikan dengan tahapan usia bayi dan balita. Nurman menaruh harapan besar agar seluruh pengetahuan dan kecakapan praktis yang didapat para kader dapat segera disebarluaskan kepada publik. Melalui perluasan edukasi gizi yang masif hingga ke lingkup keluarga terdekat, Kelurahan Pondokcina optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta terbebas sepenuhnya dari krisis stunting.
































