Situ 7 Muara Kembali Siaga: Tanggul RW 11 Kedaung Jebol Diterjang Lonjakan Debit Air

Depok (07/04/2026) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Sawangan dalam beberapa hari terakhir memicu insiden berulang di infrastruktur pengairan setempat. Akibat intensitas hujan yang tinggi, turap outlet Situ 7 Muara di wilayah RW 11, Kelurahan Kedaung, dilaporkan kembali jebol setelah tidak mampu menahan tekanan volume air yang meningkat drastis.

Lurah Kedaung, Rukby Andy, yang turun langsung ke lokasi mengonfirmasi bahwa jebolnya tanggul tersebut telah berdampak pada lingkungan sekitar. Air kiriman dari situ dilaporkan sempat merembes ke area pemukiman dan menggenangi sejumlah empang milik warga setempat.

Penanganan Darurat: Pemasangan Bronjong di Titik Kritis

Guna memitigasi dampak yang lebih luas, langkah taktis segera diambil dengan melibatkan sinergi lintas otoritas. Saat ini, Satgas Banjir bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok bersama jajaran PUPR Provinsi Jawa Barat telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Sebagai langkah awal, titik tanggul yang jebol sedang dipasang bronjong. Ini berfungsi sebagai penahan sementara agar arus air tidak langsung mengarah ke rumah-rumah warga,” jelas Rukby, Senin (06/04/26).

Evaluasi Infrastruktur: Mengusulkan Dana BTT untuk Perbaikan Permanen

Insiden ini menjadi catatan merah bagi pemeliharaan infrastruktur Situ 7 Muara. Diketahui, titik yang sama pernah mengalami kerusakan serupa pada akhir tahun 2025. Pola kerusakan yang berulang ini memicu desakan agar pemerintah segera melakukan langkah pembenahan total, bukan sekadar tambal sulam.

Rencana Tindak Lanjut:

  • Usulan Anggaran: Pemerintah Kelurahan mengusulkan perbaikan permanen melalui skema Biaya Tak Terduga (BTT) agar proses pengerjaan bisa dilakukan lebih cepat tanpa terhambat birokrasi anggaran rutin.

  • Target: Pembangunan dinding penahan tanah (turap) yang lebih kokoh untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di sisa musim penghujan.

Dukungan Komunitas Lokal

Ketua Pokdarwis Situ 7 Muara, Syarifuddin (akrab disapa Babeh Syarif), menyatakan dukungannya terhadap rencana perbaikan permanen tersebut. Mengingat lokasi tanggul yang sangat berhimpitan dengan zona hunian, ia menilai kekuatan struktur tanggul adalah harga mati bagi keamanan warga.

“Kami sepenuhnya setuju dengan langkah Pak Lurah. Tanggul ini harus diperkuat secara permanen agar masyarakat tidak terus-menerus merasa was-was setiap kali hujan deras turun. Kejadian tahun lalu sudah cukup menjadi pelajaran,” tegas Babeh Syarif.

Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, sementara petugas di lapangan terus berupaya menyelesaikan pemasangan pengaman sementara sebelum hujan berikutnya turun.

Komentar

komentar

BAGIKAN