Sinergi KLH dan UIII: Sulap Kawasan Kampus Menjadi Hub Konservasi Taman Kehati

DEPOK (22/05/2026) – Koridor hijau Kota Depok diproyeksikan bakal semakin solid. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) untuk mentransformasikan sebagian kawasan ekosistem kampus menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati).

Proyek monumental ini dirancang sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat benteng biodiversitas nasional sekaligus menyediakan ruang perlindungan satwa dan tumbuhan di tengah pesatnya laju urbanisasi.

Restorasi Biodiversitas dan Komitmen Hari Kehati Internasional

Rencana pembangunan infrastruktur hijau ini diumumkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, di sela-sela peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang dipusatkan di kampus UIII, Kamis (22/05).

Menteri LH menekankan bahwa proyek Taman Kehati di dalam area kampus bukan sekadar program penghijauan artifisial, melainkan sebuah gerakan pemulihan ekosistem yang terukur.

“KLH dan UIII menyatukan visi mutlak untuk merawat dan melestarikan biodiversitas Nusantara. Melalui instrumen Taman Kehati ini, kita memastikan keberlanjutan daya dukung lingkungan di wilayah penyangga ibu kota tetap terjaga dengan baik,” urai Jumhur Hidayat.

Tiga Pilar Utama: Konservasi, Edukasi, dan Kualitas Udara

Secara fungsional, transformasi lahan UIII menjadi Taman Kehati ini akan mengusung tiga pilar pemanfaatan utama:

  1. Zonasi Konservasi: Menjadi tempat perlindungan (refugia) bagi kelestarian berbagai spesies flora dan fauna lokal yang mulai terfragmentasi.

  2. Pusat Edukasi Publik: Menyediakan laboratorium alam dan ruang riset terbuka bagi masyarakat umum, akademisi, serta generasi muda guna mendalami sains lingkungan.

  3. Penyaring Udara Kota: Mendukung program reduksi emisi gas rumah kaca serta mendongkrak indeks kualitas udara (AQI) di kawasan metropolitan Kota Depok.

Akselerasi Parameter Green Campus via UI GreenMetric

Lebih lanjut, pihak kementerian berharap langkah berani UIII ini dapat memicu efek domino bagi institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia untuk mengadopsi cetak biru (blueprint) serupa. Kehadiran Taman Kehati diyakini akan memperkuat status UIII dalam mewujudkan konsep kampus hijau (green campus) yang diakui di level global.

Otoritas lingkungan juga mengarahkan agar tata kelola area konservasi baru ini mengacu pada instrumen penilaian internasional yang kredibel.

“Kita memiliki indikator penilaian UI GreenMetric yang dapat diadopsi sebagai parameter evaluasi. Standar ini sangat baik digunakan sebagai tolok ukur komitmen kampus serta lembaga negara dalam mengukur efektivitas pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” pungkas Jumhur Hidayat.

Komentar

komentar

BAGIKAN