Ubah Strategi P4GN, BNN dan Pemkot Depok Sasar Tes Urine Massal Guru di 22 Sekolah

DEPOK (22/05/2026) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meluncurkan langkah taktis baru dalam membentengi ekosistem pendidikan dari ancaman barang haram. Melalui sinergi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik), otoritas menggelar program Mobile NAPZA secara maraton di puluhan sekolah negeri.

Berbeda dengan intervensi tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada kelompok siswa, draf operasional tahun 2026 ini memprioritaskan perkuatan pengawasan di tingkat manajerial sekolah.

Peralihan Subjek Sasaran dan Penegakan Perda P4GN

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok, dr. Indriati, menjelaskan bahwa pelaksanaan program Mobile NAPZA ini merupakan implementasi yuridis dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 13 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Pada implementasi periode ini, garis kebijakan diubah secara signifikan guna menciptakan sistem pengawasan internal (internal screening) yang lebih melekat di lingkungan belajar.

“Tahun 2026 ini kami menetapkan subjek sasaran yang berbeda. Jika sebelumnya edukasi menyasar para pelajar, kali ini fokus utama intervensi ditujukan langsung kepada kepala sekolah, jajaran guru, serta tenaga kependidikan,” urai dr. Indriati, Jumat (22/05).

Secara akumulatif, proyeksi jangkauan program Mobile NAPZA pada fase ini ditargetkan menyisir 22 sekolah negeri pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di wilayah administratif Kota Depok.

Kurikulum Edukasi dan Protokol Deteksi Dini Kependidikan

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho, memberikan apresiasi tinggi terhadap perluasan metode Mobile NAPZA ini. Melalui skema ini, para tenaga pendidik diposisikan sebagai agen pelindung aktif yang dibekali dengan tiga materi fundamental P4GN:

  • Sains Narkotika Terkini: Pemetaan varian dan modus peredaran zat adiktif terbaru di pasar gelap.

  • Analisis Data Klaster: Bedah kasus dan pola penyalahgunaan narkoba yang kerap mengorbankan usia pelajar.

  • Protokol Kontingensi: Panduan langkah penanganan klinis dan hukum yang presisi apabila mendeteksi adanya siswa yang terindikasi mengonsumsi narkotika.

Mekanisme Skrining Klinis Lapangan: Pasca-tahap pendalaman materi selesai dilakukan, BNN bersama tim medis Dinkes Depok langsung mengaktivasi protokol deteksi dini di lokasi. Seluruh kepala sekolah dan guru yang hadir wajib mengikuti pemeriksaan fisik berupa tes urine massal guna memastikan integritas serta sterilitas para pengajar dari paparan zat adiktif.

Target Capaian Lingkungan Pendidikan Bersih

Melalui pergeseran strategi pengetatan di sektor hulu ini, BNN Kota Depok menargetkan terciptanya iklim sekolah yang tangguh dan protektif. Jajaran guru dan tenaga pendidik diharapkan tidak lagi bersikap pasif, melainkan mampu bertransformasi menjadi garda terdepan (frontliner) yang jeli dalam mengawasi ruang gerak siswa, sekaligus memastikan lingkungan sekolah bersih total dari peredaran gelap narkoba.

Komentar

komentar

BAGIKAN